selamat datang

layar


Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts

Thursday, 28 February 2013

ANTARA SAKIT GIGI DAN SAKIT HATI




Siapa orangnya yang mau sakit? Tentu tidak ada yang mau kan? Entah itu sakit parah atau sakit ringan, yang namanya sakit pasti tidak enak.

Aku akan menceritakan sedikit pengalamanku ketika aku sakit gigi dan sakit hati.

Waktu kecil dulu hoby aku makan, terutama permen dan yang serba manis. Dari hoby makan tersebut mengakibatkan aku sering sakit gigi, gak kebayang deh… masa kanak-kanak seharusnya diisi dengan hal-hal yang menggembirakan nah, kalo aku sering merintih kesakitan gara-gara sakit gigi. Itu semua aku alamin ketika aku belum mengenal bangku sekolah. Sering pula aku ke dokter gigi bahkan sering pula aku cabut gigi hingga tumbuh lagi dan berlubang lagi. Intinya sih kebersihan gigi dan pola makan harus dijaga.

Kalau sudah merasakan sakit kaya gini, semua makanan seenak apapun berubah menjadi menakutkan. Bagaimana tidak? Untuk mengunyah saja susah, apalagi untuk menikmati makanan-makanan tersebut? Ini itu terasa sakit. Sering pula aku dibuat susah tidur karena sakit gigi,  semua badan pun ikut terasa sakit. Kepala, mata, telinga, tenggorokan dll. Bahkan keluarga pun gak tega dengan kondisi aku yang masih kecil harus meraung-raung kesakitan gara-gara sakit gigi, yang mereka pun gak mengerti rasa sakitnya seperti apa? Ketika semua telah sembuh dan tidak merasakan sakit lagi, waaaaw terasa merdeka! Karena bisa terbebas dari rasa sakit, dan bisa makan sesuka hati… (doyan apa rakus apa balas dendam?)

Sudah lama sakit gigiku tidak kambuh-kambuh lagi, ternyata kambuh lagi……………….. OH, NO! diusia aku yang ke 20 tahun ini, aku harus merasakan sakitnya sakit gigi seperti waktu kecil dulu????! Haduuuuuuuuh…
Setiap malam aku harus begadang karena menahan rasa sakit, padahal mata sudah tidak tahan lagi untuk dipejamkan. Malam untuk begadang dan pagi sampai siang untuk tidur… (kebalik). Minum obat ini, minum obat itu, ngikutin saran dari teman-teman mulai dari minum air garam sampai minum air rebusan Sereh yang membuat nyeri setengah mati! (Gila…. Nyiksa banget) Semua aku lakukan dan hanya penawar rasa sakit yang sifatnya sementara. Hingga keesokan harinya sudah sedikit mereda. Alhamdulillah dan aku putuskan untuk pergi ke dokter gigi… dengernya saja aku sudah ngeriiiii dan kali ini walau bagaimanapun pokoknya aku gak mau cabut gigi. Titik! (Cuma periksa doang)

Tiba saatnya masuk ke ruangan dokter, dan diperiksa. Kali ini gigi aku yang sakit ialah gigi geraham kanan bawah dan atas. 

“Wah, 1,2,3 sepertinya ini harus dicabut karena semuanya sudah karam dan berlubang…” Dokter.

“Waduh, 3 gigi? emang gak bisa ya dok kalo dikasih obat saja, untuk ngilangin rasa sakit tanpa harus cabut gigi?” Saya.

“ini sudah parah neng, ya itu sih terserah mau dicabut atau tidak? Kalu menurut saya itu semua harus dicabut. Gimana?” Dokter

Aku pun keluar dan menghampiri kakak saya yang sedang duduk di ruang tunggu, untuk berunding dan akhirnya aku putuskan untuk MENCABUT GIGI, yah Finally. Dan kakak saya pun setuju karena gigi yang rusak tersebut sewaktu-waktu bisa membuat gigi saya sakit lagi.
Saya pun masuk kembali ke ruang periksa.

“Bagaimana?” Dokter.

“iyah dok, gapapa cabut saja. Tapi nantinya sudah gak bisa tumbuh lagi ya dok?” saya
(berharap ada keajaiban bisa tumbuh lagi)

“iya sudah gak bisa tumbuh lagi, kan usianya neng itu 20tahun” Dokter sambil senyum.
“hemmm,,,” Saya (ketakutan)

“Mana yang terasa sakit?” Dokter (sambil memeriksa)
“Geraham kanan bawah, sama geraham kanan atas” Saya

“yang tenang, jangan tegang harus disuntik dulu gusinya agar nantinya tidak terasa sakit dalam proses pencabutan. jadi nanti yang dicabut geraham bawah kiri” Dokter

“Aneh, padahal yang sakit itu kan geraham bagian kanan, tapi ini yang akan dicabut geraham bawah bagian kiri, Dok?” saya

“iya, karena gigi yang sedang infeksi atau sakit tidak boleh dicabut, dan sebaiknya diobati dulu. Infeksi sembuh baru gigi ini dicabut. Semua itu sudah prosedur” dokter

Setelah disuntik Aku pun keluar dan menunggu kembali sampai obat bius ini bereaksi sekitar 15 menit.

Entah kebetulan atau setiap harinya ramai seperti ini? Hari itu begitu banyak orang yang sakit gigi, mulai dari anak-anak, remaja (saya), hingga orang dewasa. Saya melihat ekspresi mereka setelah cabut gigi semuanya biasa-biasa saja dan anak kecil pun tidak ada yang menjerit atau menangis kesakitan. Ya sedikit membuat aku lega. Bahkan mereka yang ngantrinya belakangan malah mereka yang selesai duluan, wah aku mulai panik nih. (jangan-jangan)

Hingga waktunya aku pun masuk kembali ke ruang periksa, dan ditemani kakak saya tapi hanya duduk dan melihat dari kejauhan karena dia bilang tidak tega.
Tidak sakit memang, tapi busyeeeeet darahnya mengalir terus dari mulut.
Alhasil 1 minggu, aku gak masuk kerja…. Isirahat full, makan bubur full.

Gak lagi-lagi deh…. Sakit gigi kaya gitu…. Butuh kesabaran ekstra untuk menghadapinya… ompong deh, gigi gerahamku yang satu ini… :sad

Kesehatan itu mahal, kesehatan itu gak bisa dibeli dengan uang, kesehatan itu anugerah, kesehatan itu jangan disia-siain. Ucapkan syukur selalu kepada Tuhan Yang Maha Esa.. Alhamdulillah…

Kalo yang tadi ngomongin SAKIT GIGI sekarang giliran ngomongin SAKIT HATI

Ngerasain sakit hati, semua orang pasti ngalamin, tapi aku ngalamin sakit hati gara-gara perasaan cinta itu kenalnya bermula dari mengenal yang namanya pacaran. Tepatnya pas waktu aku udah lulus sekolah. (telat banget yah, masa remajaku??)

Yaya.. beda dengan sakit gigi tadi, rasa sakit hati ini lukanya itu gak nampak, tapi sakit banget… bisa ngebuat aku nangis, sampe mataku bengkak, trus buat hari-hari aku gak seindah hari-hari sebelum mengenal pacaran… aneh bin ajaib, tapi inilah cinta… sesuatu yang indah, tapi juga bisa nyakitin.. butuh waktu untuk menyembuhkannya, gak ada dokter yang bisa nyembuhin sakit ini, kesembuhan ini ada pada diri aku sendiri, dengan mempersibuk diri dengan kreatifitasku, menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga,  berbuat baik semampu aku, belajar dari kesalahan, banyak bersyukur, dan berdo’a tentunya.

Dan …. Lama kelamaan aku sudah terbiasa dengan semuanya (yes.yes.yes) ….. mungkin ini sebuah proses panjang menuju kebahagiaan, dan mau tidak mau aku harus menjalaninya untuk mencapai kebahagiaan tersebut. Dan sampe sekarang, aku gak kapok buat catuh cinta lagi…. (jiaaahh.. nantangin, hihi), karena sejatinya cinta itu adalah perasaan yang asli dari hati yang gak tau kapan datang dan perginya.. semua adalah anugerah dari Tuhan untuk kita nikmatin, tinggal bagaimana cara kita menyikapi dan menjaga cinta tersebut dengan benar.. jangan lupa gunakan akal dan perasaan juga, agar cinta itu gak buta dan dosa.

Sakit Gigi itu, ada obatnya tinggal ke dokter gigi trus cabut gigi deh….
Sakit hati juga ada obatnya.. tapi diperlukan usaha, perjuangan, dan pengganti deh…
Ada persamaan diantara keduanya, yaitu sama-sama “SAKIT”
Lebih baik sakit hati daripada sakit gigi (itu kata orang yang belum pernah ngalamin sakit gigi)
Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati (itu kata orang yang belum pernah ngalamin sakit hati)
TAPI, bagiku yang udah ngalamin sakit gigi dan sakit hati…….. keduanya GAK ADA YANG LEBIH BAIK. Semuanya sakit… (Pengalaman)


Tuesday, 12 June 2012

KENANGAN DALAM KARDUS-KARDUS HATI


 KENANGAN DALAM KARDUS-KARDUS HATI

 Sebulanan Kemarin, Saya Gak Posting-posting... Lumayan Kangen juga sih,,,
Yuuuuk kita mulai....

Kemarin saya baru saja beres-beres rumah bersama keluarga… yah, bisa dibilang kerja bakti.. hehehe..

Alhasil rumah menjadi lebih tertata rapi dan ada perubahan walaupun hanya sedikit… dan Alhasil juga saya kena serangan debu2 jahat yang mengakibatkan saya harus libur kerja selama 2 hari, hemm..  esok harinya disusul ibu saya kena sakit juga… ya nasib…. Emang sih, sakitnya gak parah…. Tapi yang namanya sakit baik itu parah maupun ringan emang gada yang enak!!! 

Lanjut beres-beres rumah, banyak barang-barang penuh kenangan… kaya mainan waktu kecil, catatan-catan pelajaran waktu sekolah dulu, surat cinta kakak saya, trus masih banyak lagi deh… dari yang GAK PENTING sampe ke barang-barang yang PENTING… bahkan barang-barang yang pernah hilang dan nyari-nyari sampe pusing tujuh keliling ternyata ketemu!.. wewwww.. emang kalo jodah gak kemana.. hehe

Sebagian barang-barang tersebut saya bakar karena GAK terlalu penting, tapi sebagian lagi saya kemasi dan dimasukkan ke dalam kardus-kardus coklat untuk di simpan digudang, karena barang-barang tersebut suatu saat kita butuhkan, dan memang banyak menyimpan kenangan.
Saya jadi inget, dengan suatu buku yang pernah saya baca…. Ada kaitannya juga sih, sama beres-beres rumah waktu kemaren… yang isinya gini :

Ada Perasaan yang sama, antara sehabis putus dengan pindah rumah atau beres-beres rumah. Keduanya harus sama-sama meninggalkan sesuatu yang akrab dengan diri kita dan hati kita. Keduanya sama-sama memaksa kita untuk mengingat-ingat kenangan yang ada sebelumnya, disadari atau tidak. Dipaksa atau tidak.

Putus cinta sejatinya adalah sebuah kepindahan.

Bagaimana kita pindah dari satu hati ke hati  yang lain… kadang kita rela untuk pindah, kadang kita dipaksa untuk pindah dari orang yang kita sayang, kadang bahkan kita sendiri yang memaksa orang tersebut untuk pindah. Ujung-ujungnya sama : “Kita harus bisa maju, meninggalkan apa yang sudah menjadi ruang kosong”

Sama seperti memasukkan barang-barang ke kardus,  saya juga harus memasukkan kenangan-kenangan ke dalam kenangan saya dengan orang yang saya sayang ke dalam ke semacam kardus-kardus kecil.
Inget, waktu pertama kita kenalan dengan pacar… inget, waktu pertama kita jadian, inget waktu kita bacanda bersama keluarga dalam rumah yang sederhana, de el el…

Dan sama ketika kita baru putus, kenangan yang timbul yang paling kuat adalah yang paling awal juga kenangan-kenangan yang memaksa untuk diingat itu harus dipaksa masuk ke akal.

Jadi??? Selamat datang suasana baru….. Selamat datang Cinta baruuuu!



Tuesday, 17 April 2012

SANG MANTAN


SANG MANTAN


Percaya atau tidak?? Kadang setelah putus hubungan, mantan kita akan terlihat lebih cantik (bagi perempuan) dan terlihat lebih tampan (bagi laki-laki). Hal ini juga tergantung cara putusnya dulu, apakah dengan cara yang baik atau sebaliknya?

Yapp, tapi berdasarkan pengalaman-pengalaman dari teman-teman semua, mereka mengatakan hal serupa…. Setelah beberapa lama menjalin hubungan tentunya banyak waktu yang dihabiskan bersama, hingga getaran di hati yang berdegup kencang kini berubah perlahan dan akhirnya menghilang….. (wah, jangan sampe kaya gitu yah.. tragis banget!!!)

Alhasil, setelah kita putus, tentunya timbul rasa kangen, rindu, dan penasaran seperti apakah dia setelah putus dari kita? Apakah lebih baik atau lebih buruk? Ehhh.. malah jadi mikirin dia terus deh…
Baik itu putusnya secara baik-baik atau tidak… pastilah semua akan berbekas diingatan kita bukan??

Bagi yang putusnya dengan cara yang kurang baik, biasanya timbul rasa benci, kecewa, bahkan menaruh dendam! Yang ada difikirannya hanya bagaimana caranya bisa membalas perlakuan dia, diwaktu putus dulu.. (ih, serem juga yah??)

Sebaliknya bagi pasangan yang putusnya secara baik tentu rasa kecewa itu ada, namun kebanyakan dari mereka hanya mampu diam lalu memendam perasaan yang teramat sakit dan gak’ banyak gegabah… Berdo’a adalah cara yang tepat agar mendapatkan ketentraman hati dan fikiran.

Tak disangka dan tak diduga, Tuhan mempertemukan kita kembali bersama sang mantan, orang yang pernah kita sayang, orang yang pernah membuat kita bahagia, dan bahkan ada juga yang meninggalkan bekas luka… tapi itu semua melebur menjadi satu pandangan yang tertuju pada dirinya, tatapan matanya, bentuk tubuhnya, dan suaranya, tapi kalo dalam hatinya siapa yang tahu??

Momen seperti ini, membuat kita seperti awal berjumpa, awal mengenal, dan tentunya penyakit Canggung itu menyerang kita!!! Hemm.. mulai jaim lagi deh…

Tapi dari kejadian ini, kita harus pandai-pandai memanfaatkan semua yang terjadi… yaitu memperbaiki hubungan walaupun kita sudah gak’ mungkin untuk bersama kembali… walaupun pada akhirnya kita sudah mempunyai pasangan yang lain.  ya syukur-syukur bisa jauh lebih baik lagi..  bisa dibilang
“Akhir dari hubungan itu adalah awal dari persaudaraan”

Ketika seseorang sedang jatuh cinta, sesungguhnya akal pikiran  yang ada pada dirinya telah kalah dengan besarnya perasaan, Orang bijak bilang “Jatuh Cinta itu musuhnya Akal”… dan ketika seseorang sedang berada dipuncak amarah, sesungguhnya ia telah kalah dengan egonya…. Berbeda dengan orang yang telah putus cinta… mereka membutuhkan waktu untuk menyeimbangkan akal, pikiran, perasaan, dan amarah… sehingga mereka menilai seseorang dengan keseluruhan. Bukan hanya kelebihannya, melainkan juga kekurangannya.  

“Oh, ternyata dia menyesal”
“Oh, ternyata dia masih sendiri”
“Oh, ternyata dia sudah mempunyai pendamping yang baru”
“Oh, ternyata dia masih mencintaiku”
“Oh, ternyata dia benar-benar telah melupakanku”
“Oh, ternyata dia sangat tulus menyayangiku”
De el el…


Berbagai macam kesimpulan yang kita dapat setelah bertemu dengan sang mantan,
Tapi ingatlah, kita juga pernah ada dihatinya, kita juga pernah menjadi orang yang ia sayang, bagaimanakan jika posisi kita berada di posisinya??
Susah dijelaskan bukan??

Jadi, apa salahnya kita memaafkan, apa salahnya kita memulai sesuatu dengan sapaan yang baik? Gak’ ada kata terlambat untuk memulainya, bukankah pengalaman adalah guru yang terbaik?? Dan ini berlaku bagi semua yang mau dan ingin memperbaiki hubungan. Sedikit susah memang… tapi percayalah hal ini lebih menyenangkan!



AYO PERBAIKI HUBUNGAN!!!




Tuesday, 21 February 2012

cerpen Kebahagiaanku

Cerpen Kebahagianku



Dulu aku ingin sekali setelah Lulus SMK kerja keluar kota, bersama teman-teman
Ngumpulin uang yang banyak untuk kedua orang tuaku
Pikirku ini mungkin bisa membuat mereka bahagia
Karena aku sadar diri, aku tidak mau membebani kedua orang tuaku dan lebih-lebih kakaku… maklumlah aku anak terakhir….

Saat itu aku kecewa dengan kedua orang tuaku, karena tidak mengizinkan aku
Mereka tetap kekeh dengan pendirian mereka, terutama Ayahku…
Jadi, apa boleh buat???
Beberapa temanku, memberikan luang kerja di tempat mereka tapi tentunya aku harus jauh dari orang tua, karena tempatnya tidak dekat… terpaksa aku harus menolaknya.
Aking sebalnya, jika ditanya teman-teman, “Kamu sibuk apa???” aku akan jawab “Nganggur”

Sampai pada suatu saat aku sudah tidak tahan, dan aku bertanya
“Mengapa kalian gak mengizinkan aku??? Niatku baik, aku akan berusaha membantu kalian, aku ingin seperti kakaku…. ia begitu mulia membantu kalian, membantu kita…, aku malu dengan teman-teman yang sudah bekerja, kuliah, dan menjalani hidup mereka yang lebih baik….. mengapa? Mengapa?? Aku bukan putri kalian yang masih kecil… aku sekarang sudah memasuki usia 17 tahun ke atas, aku beranjak dewasa”

Aku terkejut ketika Ayahku menjawab pertanyaanku itu…
“Bukanya Ayah tidak mengizinkan kamu, Orang tua mana sih yang rela jauh dari anak-anak mereka? Ayah juga mau melihat kamu bahagia, mengenyang pendidikan setinggi mungkin, melihat kamu dan kakakmu sukses, Ayah ingin itu….! Ayah malu, tidak mampu memberikan kebehagiaan seperti anak-anak yang lain”

Aku terharu, dan terus diam eh, tau-tau nangis bareng… hehe..

“Ayah gak bisa bayangin kalo kamu tinggal diluar kota, jauh dari pengawasan orang tua, walaupun ayah percaya sama kamu, tapi itu tidak bisa menjadi jaminan keselamatanmu, Ayah tahu persis sifatmu, kalau kamu sakit bagaimana??, siapa yang ngurusin? Apakah temanmu nanti akan peduli dengan kondisimu? Buat apa kamu sukses, jika tidak bisa membuat Ayah dan Ibu bahagia? Buat apa pula Ayah dan Ibu banyak uang, jika anaknya sengsara?? Apakah kamu tidak kasihan kepada kami? Anak kami Cuma kalian, kami hanya memiliki dua putri… kami tidak pernah membeda-bedakan kalian, cukup kakakmu yang berjuang di sana, yang kakakmu butuhkan ialah dukungan dan Doa kita…”

“ di rumah ini Cuma kita bertiga, jika kamu tidak ada disini, Ayah tidak bisa bayangkan….. mungkin akan terlihat seperti orang linglung, biasa mendengar nyanyian kamu, ocehan kamu, manjanya kamu… Ayah tidak bisa bayangkan itu!!!”
“asal kamu tahu, Seruan Do’a Ayah (Kami orang tua) tak luput dari mendo’akan kalian (Anak).. karena Ayah tidak bisa berbuat sehebat Ayah-ayah yang lain, Ayah hanya mampu berdo’a Kepada Allah Tuhan kami atas kebahagiaan kalian”

Yaaahh, jadi nangis bareng deh hehe…, disitulah aku lebih merasa menjadi dewasa karena aku mendengar nasehat-nasehat yang begitu agung…

Aku sekarang mengerti, Mengapa Kedua oarang tuaku masih menganggap aku seperti anak kecil, yah…. Karena orang bijak bilang… “Orang tua yang baik adalah orang tua yang menganggap putra-putrinya masih seperti anak kecil, bahkan seperti bayi…. Karena dari situ, Kasih sayang orang tua tidak berubah sedikit pun mulai dari kecil hingga dewasa”
Subhanallah ….

Aku sekarang lebih memaknai hidup dengan bersyukur, dan Allah meberi Rizkiku tak jauh dari tempat tinggalku… Alhamdulillah, Wasyukurillah.
Untuk kakaku tersayang, do’a kami menyertaimu… sabarlah, dan kuatlah, tetaplah dengan hatimu yang mulia kebahagian bersama kita, selagi kita terus bersyukur…..”
:-)




……Aku bersyukur Punyai keluarga yang begitu menyayangiku….

Terimakasih untuk Bapak, Mimih, dan Kakakku….
“You are My blood”




Thursday, 26 January 2012

CERPEN ( Rizki Tak Kemana)

RIZKI TAK KEMANA


Dikisahkan Seorang pemuda iseng yang mencoba membuktikan apakah benar Rizki itu ada dari Allah, dan apa mungkin Rizki itu gak kemana, walau kita tak mencarinya?? Hem… ada2 ajah nih pemuda… Hari gini masih ajah gak percaya ama Kekuasaan Allah…
CAPEDEH…..   -,-

Suatu hari pemuda itu Pergi ke sebuah Gunung untuk bersembunyi disebuah Gua dimana gunung tersebut hanya dihuni oleh segelintir warga… Tujuannya adalah agar ia tak kebagian Rizki dari Allah… bahkan ia pun tak membawa perbekalan untuk makan, hanya baju dan celana yang melekat di tubuhnya… dua hari sudah ia tak makan…

“Aduh, perutku sakit… tapi aku akan bertahan, aku akan mencari jawaban sendiri bahwa yang dikatan oleh orang-orang selama ini bener atau gak??”  Sabar-sabar…

Pada hari ketiga ada sekelompok mahasiswa Pecinta alam mendaki gunung dan mereka mencari tempat berteduh untuk sementara waktu….. dan di Gua inilah mereka berteduh…

“Sepertinya ada orang yang akan memasuki gua ini?? Hem… tapi aku harus tetap bersembunyi dan diam tanpa suara” (ujar pemuda dalam hati)

“wah… Temen- temen, ternyata Gua ini lumayan luas dan nyaman untuk beristirahat.. setelah setengah hari kita mendaki…” (ujar sang ketua Kelompok Pecinta alam)

Dan mereka pun beristirahat, sambil menikmati perbekalan yang mereka bawa…

“eh, coba deh lihat kesini… temen-temen!.. di belakang ternyata ada orang…”
(ujar salah seorang mahasiswa)
Dan mereka pun mendekati pemuda itu….

“Halooo?? Nama anda siapa??”
“Kok, diem ajah ya??”
“Tapi, matanya berkedip”
“Aneh”
“dibilang manusia purba bukan, liat saja dia memakai pakaian masa kini”

:D

Mereka memborong pertanyaan satu-persatu, tapi tak ada respon dari pemuda tersebut..

“aduh, ini orang-orang menggangguku saja!!! Ah, tapi aku harus tetap diam dan mematung seperti ini” (ujar Pemuda)

“nah, coba kamu ambil roti di tas ku… mungkin dia lapar…” (ujar ketua kelompok)
“baiklah, Ini….”
“Aneh, dia tetap gak mau memakan roti itu…”
“Ketua, coba saja kau masukkan roti itu kedalam mulutnya… mungkin dia akan mengunyahnya” (Ujar salah satu anggota kelompok)

Lalu sang ketua membuka mulut pemuda itu dan memasukkan sepotong roti ke dalam mulutnya.. dan ternyata dikunyahlah roti itu oleh pemuda tersebut…

“Ya Allah… selama ini aku ragu atas rizki yang engkau limpahkan kepadaku mata hatiku telah buta selama ini, bahkan Kau memaksa aku untuk menikmati Roti itu dengan perantara orang-orang yang kau kehendaki… Kini aku percaya PadaMu… maka Ampunilah Segala Dosa-dosaku atas keraguanku selama ini”
(ujar pemuda sambil menangis tersedu)

S E L E S A I



Hikmah yang terkadung dalam cerita tersebut ialah… Sebenarnya Rizki itu ada untuk kita, hanya saja Allah memberikannya dengan cara yang Dia kehendaki…. Mungkin saja melalui perantara seseorang atau bahkan datang sendiri langsung… semua adalah misteri, pandai bersyukur.. pandai pula mendapatkan nikmat Rizki dari Allah… semua itu ada rentang waktunya, tapi jika kamu ingin mendapatkan rizki tanpa harus menunggu lama maka bekerjalah, berusahalah dan berdo’alah agar tak kalah cepat dengan yang lain…. Ingat, Rizki itu bukan hanya berbentuk uang…!!!!, juga tak perlu kamu menggunakan cara yang licik untuk mendapatkan semua itu… Karena Rizkimu dan Rizkiku takkan pernah tertukar…
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang bersyukur…
Amien….