selamat datang

layar


Tuesday, 24 February 2015

KELAHIRAN ANAK – ANAK NAYA KUCINGKU




Hay, Lanjut lagi yah cerita tentang Si Naya kucingku yang manja. Banyak banget yang ingin aku ceritakan tentang kucingku ini, mulai melahirkan sampai matinya anak-anak naya kucingku dan baru sempat sekarang aku posting...  

Setelah mengandung  sekitar 2 bulan,  akhirnya Naya kucingku melahirkan 3 ekor anak, yang pertama warna abu-abu loreng mirip Induknya sedangkan yang kedua dan ketiga warnanya hitam legam seperti si Jantan, kucing kampung tetangga sebelah.

Persalinan Alhandulillah normal, awalnya Ayahku sudah curiga dengan perilaku Naya yang beda dari biasanya yang mondar-mandir terus seharian dan Ayahku bilang kepada ibuku, bahwa sepertinya Naya akan melahirkan dan ternyata sore harinya air ketuban naya pecah serta basah Ibuku mengira Naya pipis disembarang tempat tidak seperti biasanya, ibuku sempat marah-marah dan membawa Naya ke toilet tetapi setelah dicermati ternyata Naya mau melahirkan lalu Ibuku membawanya lagi ke gudang belakang rumah, persalinan anakan pertama lancar selang beberapa menit Naya melahirkan lagi tetapi waktu anakan yang kedua tenaga Naya berkurang dan Ibuku berinisiatif untuk membantu proses kelahiran Naya sambil menarik anak Naya ntuk keluar saat itu keadaan sangat tegang... Ibuku mengira Naya melahirkan hanya 2 ekor karena sudah menunggu hampir setengah jam gak ada tanda-tanda Naya melahirkan lagi akhirnya Ibuku meninggalkan Naya untuk istirahat agar tidak terganggu. 

Ada yang bilang bahwa kucing itu akan melahirkan di tempat-tempat sepi yang jauh dari keramaian dan setelah melahirkan akan berpindah-pindah tempat selama tiga kali lalu tidak akan berpindah-pindah lagi...

Sore hari menjelang maghrib aku baru pulang dari aktivitas dan Ibu langsung menceritakan kepadaku dengan lengkap tentang kelahiran anak-anak Naya. Ibu bilang Naya melahirkan 2 ekor anak, Aku langsung bersemangat pergi ke gudang belakang untuk melihat anak-anak Naya Pasti lucu! Tapi ternyata di gudang tidak ada... dan Ibuku juga kaget. Walau aku sempat sedih, Tapi yasudahlah.... Ibuku bilang Naya mungkin pergi ke suatu tempat yang jauh dari keramaian.  

Dan ternyata.........saat menjelang maghrib Ayahku tiba2 memanggilku dan apa yang aku lihat di kamar Ayah?? Ternyata di kamar Ayahku, ada Naya yang siaga menyusui, dan menjaga anak-anaknya sambil tuduran di atas kasur... Ayahku juga tidak tahu kalau ada Naya dan anak-anaknya.... Pas aku lihat, ternyata Naya punya 3 ekor anak.... yang 1 loreng, dan yang 2 lainnya warna hitam legam... 

Akhirnya kami memindahkan Naya dan anak-anaknya ke dalam Kardus besar sebagai rumah singgah sementara....
Well Selamat yah Naya! 

Selang dua hari, anak terakhir kucing Naya mati karena prematur. Tubuhnya yang paling kecil, membuat dia kalah berebut air susu dengan anak kucing yang lainnya.

 
MASIH KOMPLIT

TINGGAL 2 EKOR

NAYA DAN KEDUA ANAKNYA







Saturday, 14 February 2015

KITA ADALAH SAHABAT



Dear My Blogger....
Aku memiliki sahabat dari SMK dulu, dan sampai sekarang Alhamdulillah masih terjalin komunikasi,  walau jarak dan kesibukan kita yang berbeda tapi usai Lulus kami beberapa kali ngumpul bertiga, HangOut atau kondangan bareng.

Kita bertiga memiliki kesamaan yaitu gak lanjut kuliah... kami memutuskan untuk bekerja, itulah yanng ngebuat aku gak sungkan berteman dengann kedua sahabatku ini... yaitu Cipta Rahayu (Cantik, dan dewasa) temen sebangku selama 3 tahun, dan Dewi Safitri (Pintar, dan kritis) temen sekelas selama 3 tahun sekaligus temen yang pertama kali aku kenal waktu MOS dulu
Kita sama-sama single, Kadang kita iseng menebak-nebak siapa yang akan duluan mengakhiri masa lajang yah?? dan jawabannya saling tuding.. hihi..
dan tak disangka ternyata hari ini si Dewi melaksanakan pertunanganya, karena dijodohkan oleh orang tuanya, dia sempat curhat ketika kami berkumpul bahwa dia benar-benar tidak mencintaiya atau lebih tepatnya belum mencintaiya karena esok lusa kita gak tau perasaan akan seperti apa? Akhirnya dia menuruti kemauan dari orang tua.
Disini aku baru ngerasain banget, ikut sedih juga rasanya  ..... pertunangan yg seharusnya bahagia tetapi aku jadi ikut bersedih. Karena sesuatu dan lain hal, terkadang kita harus mengorbankan perasaan kita untuk orang-orang yang mencintai kita... Tapi aku percaya Orang Tua selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, mungkin bukan untuk sekarang tetapi untuk masa yang akan datang karena mereka lebih mengetahui kehidupan lebih dulu.

Untuk Dewi Safitri sahabatku, keputusanmu tidaklah salah.... semoga ini yang terbaik untukmu, percayalah semua tidak lepas dari Rencana Allah... dan untuk sahabatku pula, Dewi Safitri dan Cipta Rahayu.... suatu saat nanti jika kita sudah berkeluarga, ku berharap persahabatan kita tidak putus...

Puisi ini aku persembahkan untuk persahabatan kita

Kita adalah bertiga, kurang satu akan pincang jadinya, apalagi kurang dua?
Seperti roda becak yang terhubung
Butuh tiga roda untuk digerakkan
Mengarungi jalanan, menambah pengetahuan
kita satu pemikiran, kita satu prinsip dan kita adalah sahabat
Karena sahabat adalah saling mengingatkan
Maka sahabat adalah kita
Karena sahabat adalah saling merasakan
Maka sahabat adalah kita
Disini tak ada yang berbangga diri
Yang ada ialah berbagi
Sehari bisa mengobati rindu berbulan bulan
Karena jarak dan waktu yang harus disesuaikan
Itulah yang membuat setiap pertemuan menjadi bekualitas
Sangat berhagra, bisa menghilangkan masalah yang ada
Mendengar cerita sehari-hari dan membahas topik terkini
Atau sesekali menceritakan masa putih abu-abu
Ada cemburu jika dekat hanya dengan salah satu
Dan itu sangat lucu,
Cipta Rahayu, Dewi Safitri...... aku padamu
Semoga persahabatan kita selamanya.......












Monday, 26 January 2015

NAYA Kucingku yang manja




Hai, udah lama sekali gak nyempulung lagi ke dunia Blogger.... mungkin ibarat rumah nih ya, Blog aku sepertinya sudah angker dan berhantu karena terlalu lama tak berpenghuni.... hihi

Gak terasa juga sekarang sudah memasuki tahun 2015..... maaf juga aku belum sempet ngucapin Happy New Years, toh diucapin atau gak diucapin tahun 2015 akan kita lewati, so no problem lah! bukan kesalahan yang besar kan kalo aku gak ucapin? (tanya sendiri, jawab sendiri)

Hmmm... akhir-akhir ini aku sibuk kerja dan kerja, oh ya berat badanku juga nambah lho...! ini dibuktikan dengan sebagian rok yang biasa aku pake banyak yg gak muat -_- sekarang  udah mendekati kata ‘ndut...! (gak penting banget yah??) 

Selain dari kegiatan itu, waktu luang aku habiskan denga main piano, baca-baca buku, nonton acara TV indiahe,  dan ngurusin Kucingku... ini nih, yang akan aku bahas kali ini. Peliharaan baruku.

Sebelumnya keluargaku gak suka memelihara hewan, terlebih kucing.... karena kita gak terbiasa dengan kehadiran mereka, belum lagi masalah makan, gaya hidup mereka, pokoknya banyak banget yang kita belum paham tentang dunia hewan. Tapi kucing yang satu ini berbeda, emang sih ini kucing Kampung  bukan kucing RAS yang berkelas dengan harga lumayan fantastis! Sudah ku usir dari rumah, tapi balik lagi dan balik lagi.... lewat jendela kamar ataupun pintu. Emang bener yah, kucing kampung kelebihannya ada pada daya ingatnya, dibanding dengan kucing RAS. 

Akhirnya aku dan keluargaku memutuskan untuk mengurusnya, seperti keluarga sendiri karena kucingku ini gak aktif, pendiem, manja banget, bersih dan bisa diatur pokonya digendong gaya apapun nurut ajah, gak pernah berontak. 

Kucingku ini cacat, rahangnya bengkok gak tau kenapa seperti ada bekas tembakan peluru yang sampai nembus gitu keluar rahang. Kasian banget!! Badan juga kurus karena kucing ini makannya lumayan rewel, aku dan keluargaku juga gak ngerti apa yang dia mau, andai kami tahu bahasa kucing... soal makanan seleranya berubah-ubah dan yang paling aku sukai, kucingku ini gak mau ngambil makanan/lauk sebelum dikasihkan langsung. Dia akan selalu “meong...meong”  terus sampe dikasih atau dia hanya duduk disamping makanan/lauk tersebut. (salut dah).....tiap aku dan keluarga nonton acara televisi pada malam hari, kucingku ngikut nimbrung sambil bermanja... udah hampir enam bulan kami merawatnya dengan penuh kasih sayang....  sekali dua kali, aku ajak bicara kucingku... (yang ini jangan ditiru yah!! hehe)
oh ya, nama kucingku NAYA nama ini diberikan oleh keponakanku si Fina kata dia :
“Mbak, nama kucingnya NAYA ajah ya... itu kepanjangan dari Mbak riyaNA dan Mbak liYA...” okelah, Lumyan! Haha... 

Singkat Cerita, suatu hari aku liat perilaku kucingku beda.... yang biasanya manja saja, ini manjanya pake banget! Trus tiduran terus, jarang keluar dan nafsu makan bertambah.... oh ternyata semakin hari perut kucingku semakin membesar, wawwww.... si NAYA hamil... 

Congrat! Ya NAYA,..... kami akan terus menjagamu, dengan penuh kasih sayang... we love You NAYA....



NAYA usai Mandi
ngisegin NAYA :D

NAYA lagi hamil :)
NAYA action with me...!






Wednesday, 17 September 2014

CURHAT TANPA NASEHAT




Namanya manusia biasa, keras kepala. Lebih tepatnya tunjuk diri sendiri. Hampir semua tahu, Tuhan selalu memberikan cobaan tidak diluar batas kemampuan hambaNya, namun kita hanya sekedar tahu bukan memahami. Dia yang memiliki Kuasa atas segala sesuatu, Dia mengetahui apa yang belum kita tahu. 

Sayangnya, semua jalan keluar pada masalah dan cobaan tidak diberikan dengan mudah, butuh proses yang sering kali tidak kita sukai bahkan SANGAT KITA TIDAK SUKAI. Sampai pada titik yang dituju, yaitu meraih pemahaman yang baik. Jika masalah yang sedang dihadapi serasa berat dan sulit untuk diselesaikan, kita sering kali mengutuk bahkan sesekali meragukan Kuasa Tuhan. 
Padahal semua suka atau duka berasal dariNya dan hanya kepadaNyalah kita berserah diri, mengembalikan apa yang dititipkan termasuk masalah-masalah yang dihadapi. 

Setiap orang memiliki sifat dan perilaku yang berbeda, ada yang terbuka dan tertutup dalam menyampaikan perasaan yang sedang dialami, senang, sedih, kecewa, malu atau marah. setiap orang sepertinya wajib/harus deh... punya seseorang yang tepat diajak curhat. Perlu banget! Apalagi Kalo lagi marah, banyak masalah pengen banget rasanya ditumpahin semua, dibagi bersama. Sepertinya hal itu mampu sedikit mengurangi beban yang ada pada diri kita. 

Dad, I Love You! :-*
Apa yang kita rasakan tidak semuanya harus dipendam dan disimpan sendiri, itu semua memiliki kapasitas tertentu di dalam hati dan pikiran kita, bisa-bisa kalo sudah tidak bisa ditampung nanti Setress bahkan menjadi dampak yang negatif bagi diri kita sendiri. Biasanya orang Curhat itu yang dibutuhkan adalah nasehat, jalan keluar, bertukar pikiran dan meminta pendapat. Tapi yang ini BEDA, ini namanya Curhat tanpa nasehat. Curhat tanpa nasehat dengan orang yang tepat (tidak ember dan bawel) mungkin bisa jadi pilihan kamu, Coba deh sesekali kamu nyobain Curhat tanpa Nasehat! Ada kalanya kita butuh curhat tanpa nasehat dan dengan orang yang tepat. Yang kita butuhkan saat itu Cuma ngeluarin uneg-uneg yang sedang kita rasain, tanpa komentar atau nasehat, yang ada hanya celotehan kita dengan intonasi tak beraturan ngalir gitu ajah, 

kayak semacem : 
“Tau gak sih... bla..bla..bla...” “nyebelin banget kan??....” “aku tuh bingung......” “Aku tuh kecewa......” “Aku seneeeeeeng banget.....” “aku udah ngelakuin yang terbaik... tapi?....” “kenapa sih, aku yang harus disalahin?” “padahal itu bukan salahku...!” “enggak bisa tetep ajah, aku udah ngelakuin yang bener kan??” dan masih banyak lagi....... yang intinya sih, kita butuh pengakuan kalo masalah yang sedang kita hadapi itu “iya, emang berat dan kamu udah ngelakuin yang terbaik dan hasilnya tidak sesuai harapan tapi kamu mampu kok, menghadapinya....” atau “Kamu beruntung banget, aku juga ikut senneng”. Karena sesungguhnya nasehat atau kritikan sebagus apapun, kalo kita dalam keadaan emosi atau suasana hati tidak menentu yang dibutuhkan hanya ketenangan, cukup temani, dengarkan, sesekali candaan diluar topik, biar ada ruang untuk mengembalikan perasaan dan pikiran yang utuh. 
Dilain waktu barulah kita bisa berfikir lebih baik bisa menerima saran dan kritik. Semoga. Bisa ajah sih, ngomel-ngomel sendiri, di depan cermin, tempok, boneka... TAPI nanti dikira orang gila.. haha... jangan ditiru! Dan lagian kurang seru karena enggak berwujud manusia dan tentunya gak ada sahutan. Kalo aku sih, biasa curhat tanpa nasehat dengan ayahku. 

Beberapa Moment Bersama Beliau :)
Yap! Beliau ngertiin aku banget, ketimbang Ibu aku lebih nyaman dengan Ayah, lebih privacy dan tau lah kadang ibu-ibu suka ember -_- walau enggak semuanya sih, tapi kebanyakan. 

Aku butuh seseorang untuk mendengarkan ceritaku, keluh kesahku, mendengar isakan tangisku tanpa komentar. Cukup diam, atau jawab dengan anggukkan kepala, atau hanya sekedar jawab “Kenapa?” “terus?” “Hu um...” “Iya...” seolah-olah berada dipihakku dan selalu mendukungku. Dengan perhatiannya Ayahku sesekali membelai/mengusap rambut kepalaku... tanpa bicara sepatah kata, tanpa memotong cerita, mendengarkan dengan seksama apa yang aku ceritakan hingga khatam. Yah, aku hanya ingin didengarkan. Aku gak mau yang lain. Cukup mendengarkan ceritaku. Selesai sudah keluh kesahku ceritakan kepada beliau dan rasanya Alhamdulillah.... lebih baik. Beliau ngertiin aku banget lah... beliau tahu, kapan aku butuh nasehat dan kapan aku gak mau denger nasehat, ngeyel dan leras kepala. 

Banyak pula kejadian curhat dengan orang yang tidak tepat, curhatan kita kadang dikomentarin pedes banget, diomel-omelin, dipojokkin habis-habisan, disalahkan, bahkan sesekali dijadikan bahan lelucon. Yang ini malah memperpuruk keadaan, yang ada malah debat gak ada ujungnya dan bertengkar. Bisa-bisa membuka aib masing-masing, atau bahkan malah bergosip dan bergunjing (JANGAN DITIRU) Beberapa orang memilih keluarga sebagai tempat curhat mereka, seperti kepada suami/istri, kakak/adik, sepupu, paman/bibi, dll karena mereka percaya biasanya keluarga akan menjaga rahasia dengan baik, menutup aib saudara dengan baik. Tapi sebagian orang juga ada yang curhat dengan teman baik, pacar, orang yang baru dikenal, atau bahkan dengan orang yang belum pernah ketemu hanya via suara. 

Semua pilihan ada pada dirimu. Hati-hati memilih orang untuk diajak curhat. Meski itu dengan saudara atau keluarga kita sendiri, apalagi orang lain. Itu berarti kamu sudah mempersilahkan seseorang tersebut untuk membuka sebagian dari kehidupanmu dan hatimu. Kalau kamu dengan siapa??? Hayooo?? Apapun itu, jangan pernah merasa sendiri, hampa, dan merasa menjadi orang yang paling malang sedunia (Lebay). bersedih boleh bahkan untuk meneteskan air mata pun boleh, tak ada yang melarang. 

Apa salahnya kita membagi kesedihan atau permasalahan dengan orang lain? Asalkan dengan orang yang tepat dan tentunya ada batasan yang kita anggap tak perlu dibagi. Banyak sekali cara agar diri merasa tidak hampa seperti : Apabila tak ada lagi bahu untuk bersandar, tak ada lagi sepasang telinga untuk mendengar, masih ada lantai untuk bersujud. 
Do’a memang tidak bisa merubah takdir seseorang, namun Do’a mampu membuat seseorang lebih bisa menerima takdir. 

Aku jadi inget sana Notes ini :

Jangan suka bilang hidup kita hampa. Kosong. Karena coba dongakkan wajah ke atas, tatap langit. Sejak jaman dinosaurus hingga jaman android hari ini, itu langit sudah hampa. Benar-benar kosong. Tetapi langit punya penghiburan, punya kegiatan yang indah, sesekali melintas awan, hujan, sesekali dihiasi pelangi, sesekali di penuhi titik bintang dan bulan. Maka indah sudahlah kehampaannya. *Tere Liye

Saturday, 14 June 2014

CERPEN SURAT UNDANGAN MANTAN


Namaku Mariossa, Aku biasa dipanggil “OCA” dan aku paling gak suka dipanggil “MARIO”. Serasa jadi cowok!! Huh.... emang sih, itu bagian dari namaku, tapi kebanyakan nama MARIO itu untuk Cowok. Dan aku adalah Cewek Tulen! Buktinya aku pernah pacaran dua kali (Sama Cowok yah). Dan dua kali itu pun aku diputusin! Sungguh dunia tak adil. Dan aku akan menceritanakn kisahku ini.


Surat Undangan 


Mas Angga. Dia adalah sepupuku, usiaku dengan dia berjarak enam tahun. Mas Angga (26 Tahun) dan aku (20 Tahun) Kami sering jalan bareng, karena orangtuaku percaya sama dia, maklum aku adalah anak tunggal dan semua sepupuku yang berjumlah 12 Orang itu adalah laki-laki.Tapi Cuma Mas Angga yang deket sama aku, karena sepupuku yang lain sudah berumah tangga. Banyak yang menyangka kalau kami itu pacaran, bagi mereka yang belum tahu tentunya. padahal kami adalah sepupuan.
Sejak Mas Angga tahu aku pernah disakiti sama mantan pacarku dulu, dia jadinya overprotektif sama aku, bagaimana tidak? Mas Angga udah tau aku dari kecil, dan udah ngaggap aku sebagai adiknya sendiri begitupun aku sebaliknya. Meski dia sudah punya pacar tapi dia sering ngajak aku nemenin dia kencan sama pacarnya, kerumah pacarnya ( -_-)  yah, kadang aku jadi obat nyamuk diantara mereka kadang aku juga yang jadi tali buat nyambungin hubungan mereka kalo lagi putus-nyambung...  pacar Mas Angga juga baik banget sama aku, (sering traktir makan) tahun depan mereka akan menikah, dan aku serasa dianugerahi kakak laki-laki dan kakak perempuan.  Ya Tuhan, persatukan mereka, bahagiakan orang-orang yang aku sayangi.

Suatu hari. (ditelpon)
Dengan suara yang parau “Mas Angga, sabtu besok ajak aku jalan.... aku pengen curhat....”  (Aku)
“Hei.... Kamu kenapa Ca? Kamu nangis yah??” (Mas Angga)
“Nanti ajah Mas, aku ceritain...” (Aku)
“Ok.ok.. sabtu besok Mas ke rumah kamu....” (Mas Angga)
Lanjut cerita... hari sabtu.
Aku mengulurkan sebuah surat undangan pernikahan berwarna putih dihiasi pita pink muda. Disitu tertulis nama kedua mempelai  (Juliandra, ST dengan Rani). “Ini Mas......” (Aku)
“Apa ini Ca? Undangan? Lho... ini Andra mantan kamu yang dulu? Yang mutusin kamu kayak orang hilang ingatan itu kan?” (Mas Angga)
“Iya Mas...” (Aku)
“Oh.... berani-beraninya dia muncul pake ngasih undangan segala lagi! Gak punya hati tuh orang... mana orangnya?! Mana Ca?!!” (Mas Angga)
“Tadi mamah yang ngasiin Mas... Lewat POS” (Aku)
“Mas... aku harus bagaimana?? Aku harus bagaimana Mas?hikz...” airmataku pun tak terbendung lagi (Aku)
“Ini yang kamu ingin curhatin.... Mau dia apa sih?! Mas Ngerti Ca, perasaan kamu... walau kamu udah putus hubungan dua tahun lalu... walau kamu sudah punya pacar lagi walau setelah itu kamu putus lagi dan sekarang kamu masih sendiri, dan harus ngeliat dia bersanding dengan wanita lain... itu sakit banget Ca, kenangan itu masih ada” (Mas Angga)
Aku menangis tersedu... “Mas.. Aku harus bagaimana.....?? Aku harus bagaimanaaaaa...... aku bingung Mas... aku harus bahagia atau aku harus sedih??”hikz..hikz... (Aku)
“Udah Ca, jangan tangisin cowok kaya gitu!! Ca, sebaiknya kamu gak usah dateng. Anggap ajah dia sudah mati. Anggap dia sudah lenyap ditelan waktu...” (Mas Angga)
“Tapi Mas... nanti aku dikira masih belum bisa lupain dia?? Nanti gimana sama keluarganya yang udah terlanjur deket sama aku??” (Aku)
“Lha... orang kenyataannya gitu kan Ca?? Kamu belum bisa ngelupain dia kan? Jujur ajah apa adanya... toh datang atau gak datang  kamu tetep ngerasaain sakit hati!!” (Mas Angga)
“Aku gak papa sih Mas,  aku Cuma kaget saja, dia yang gak pernah kasih kabar dan gak ada penjelasan usai putus dulu danlangsung seperti ini, aku pikir dia udah lupain aku, dan udah gak akan masuki hidup aku lagi... aku Cuma butuh waktu buat nenangin diri, menerima kenyataan ini aku harus nunjukkin kalo aku baik-baik saja dengan cara aku hadir dipesta pernikahan dia, dandengan keadaanku yang masih belum punya pasangan  aku butuh Mas Angga.... Mas Angga bantuin aku.... gak mungkin aku minta bantuan mamah, aku juga gak tega ngeliat mamah. Akun tau mas, mamah juga kecewa pastinya” (Aku)
“Enggak Ca, Mas gak mau! Itu sama ajah dengan Mas ngebantuin kamu ngebuka luka lama... lagian dari cara dia ngasih undangan ajah gak ada baik-baiknya, lewat mamah kamu lagi... itu orang udah muka tembok. Pokonya Mas Gak mau, titik” (Mas Angga)
“Mas.. Tolongin aku, sekali ini Pleaseeeee.... aku gak bakal sedih lagi, Mas Angga harus temenin aku dateng ke acara nikahan dia yah??!....” sambil memohon dan memelas.  (Aku)
“Inilah kelemahan Mas, Ca..... Hmmm... dari dulu Mas tuh gak tega ngeliat kamu sedih kaya gini, Mas tau bahagianya kamu waktu kamu jatuh cinta, Mas juga tau sedihnya kamu waktu kamu terluka. Gak tega Ca, apalagi ngerengek minta tolong didepan mata... yaudah ok, Everything you do Ca, Mas akan dukung kalo itu bisa ngebuat kamu lebih baik...TAPI kamu harus  janji  disana gak boleh nangis guling-guling Malu tauuuu.........Janji  yah?!!” (Mas Angga)

“Iya Mas.. aku janji... aku bakal anteng disana... sebelumnya makasih banyak ya Mas Angga... aku gak tau harus minta tolong sama siapa lagi...? Mbak Pipit beruntung punya kekasih kaya Mas Angga” (Aku)
“Iya-sama-sama Ca, lagian kalo kamu kesana sendirian takut nanti gak ada yang ngegendong kamu kalo kamu pingsan... haha...” (Mas Angga)
“iiiih, gak sampe segitunya kali mas..... ( -_-)” (Aku)

Hari yang ditunggu.
“Haduh Ca... rempong banget... ini udah jam berapa?? Udah belum dandannya....” (Mas Angga)
“udah mas......”  (Aku)
Jreng.....
“Mas Angga?? Mas?? Hello??? Kok melongo?... hayoook  aku udah siap” (Aku)
“Subhanallah.... Kamu Cantik banget Ca... ini beneran MARIOSA sepupuku? Yang anaknya manja itu? Yang tadi siang nangis-nangis itu?? (Geleng-geleng) (Mas Angga)
“Mas Angga kenapa sih?? Iya ini beneran MARIOSSA,.... emang siapa lagi?? gatau nih mas, mamah yang dandanin aku kayak gini... ribeeet... jalan ajah Cuma bisa 5cm... mana ini sepatu haknya tinggi... kerudungnya juga pake dimodel gini... ada blink-blinknya lagi.... haduuuh (-_-) apa aku ganti baju yang lain??” (Aku)
“Eeeeh...Jangan Ca...!! udah kayak gini ajah... kamu cantik banget dengan kebaya hitammu... Bude pinter milih warnanya hitam... biar kulit kamu keliatan putih ya?? Haha...” (Mas Angga)
“Huuu ngeledek.... dari dulu juga kulitku udah putih kali.. week!!” (Aku)
“Bisa ajah kamu Ngga.. Angga... lagian Bude sengaja pilihin kebaya hitam. Kan ceritanya Oca anak Bude ini lagi berduka... hihi...” (Mamah)
“Ahhh.. mamah sama ajah kaya Mas Angga! Bukannya belain anaknya....sebbel!” (Aku)
“Eh.. tapi jangan salah... mamah juga kasih aksen blink-blink biar kamu terlihat seperti bintang disana... biar anak mamah terlihat paling bercahaya dan cantik,.... yaudah gih, sana kalian berangkat keburu malem” (Mamah)
“Iya Bude...” (Mas Angga)
“Maah, aku berangkat yah....” (Aku)
“Yang kuat ya sayang..... anak mamah itu tegar..... terima semua kenyataan... tunjukkin sikap terbaikmu.. mamah percaya sama kamu” (Bisik mamah sambil memeluk aku) (Mamah)
“Iya mah....” (Pelukanku semakin erat, dan gak terasa mataku berkaca-kaca) (Aku)
“Angga... Bude titip jagain Oca yah.... jangan sampe hatinya ketinggalan disana, hihi... yaudah,  kalian hati-hati” (Mamah)
“Siap Bude!! Tenang ajah kalo sama Angga sih, semua aman dan terkendali, pulang dijamin masih utuh... hehe! ” (Mas Angga)

Di Pesta Pernikahan.
“Kamu udah siap Ca?? Kamu yakin?” (Mas Angga)
“Huuuuuft.... Insyaallah siap Mas...” (Aku)
Aku bergandengan dengan Mas Angga memasuki gedung, melihat sekitar kanan dan kiri.... seketika irama debaran jantungku tak menentu, saat melihat wajah yang dulu pernah ku sayangi, yang pernah kurindui kini bersanding bersama perempuan lain, bagai raja dan ratu. Astaga! Diapun menatapku...!!
“Hayook Ca, kita langsung saja menuju kedua mempelai.... kamu gak mau kan lama-lama disini??” (Mas Angga)
langkahku perlahan sulit digerakkan... Ya Tuhan, kenapa dengan kakiku?? Aku gak mau mematung seperti ini? (Dalam hatiku)
“Ca?? Inget lho kamu udah janji sama Mas...”  (Mas Angga menggandeng tanganku lebih erat) (Mas Angga)
“oh, iya Mas....” (Aku).  kami pun berjalan menuju kedua mempelai
“Selamat Ya Mbak... semoga menjadi keluarga yang bahagia dan langgeng” (ucap Mas Angga)
“Oh, iya.... terimakasih...” (mempelai wanita)
“Selamat ya Mbak.... Mbak Cantik banget... kalian berdua pasangan yang serasi...” (Aku)
“Iya, sama-sama... apakah kamu Mariossa??” (mempelai wanita)
“oohh..hmm... i i i ya, aku Mariossa kenapa?” (Aku)
( nafasku berhenti sejenak karena kaget, kok dia tahu namaku??)
“gak papa.... kamu juga begitu sangat cantik, semoga secepatnya kau menyusul seperti kami”  (mempelai wanita)
“Aamiin... Iya Mbak semoga” (Aku)
“Selamat Menempuh hidup baru ya Bro, semoga kau tidak mengecewakan istrimu seperti kau mengecewakan sepupuku Mariossa, dan semoga istrimu hatinya kuat dengan kekecewaan yang MUNGKIN akan kau perbuat lagi dan lagi” (Mas Angga)
“Mas Angga!” (Bisikku, sambil memegang bahu Mas Angga)
“Mas Andri, Maafkan ucapan Mas Angga tadi ya Mas.... Aku doakan semoga Mas Andri bahagia, semoga menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah... dan dikaruniai anak-anak yang soleh dan soleha...” (Suaraku Parau, dan mataku berkaca-kaca)
“Iya, Dik... Aamiin... semoga kaupun lebih bahagia, dari kami. Malam ini kamu terlihat sangat cantik, kamu masih seperti dulu calm dan sederhana. Maaf dan terimakasih untuk semuanya, Dik”

(setelah dua tahun lamanya, aku tak mendengar suaranya, .... ini dia suara yang membuatku ridu menggebu, menunggu kabar yang  tak mentu, terakhir ku dengar suaranya dia berucap “Jaga diri kamu baik-baik, Dik” Apa?? Sekarang pun Dia masih manggil aku dengan sebutan “Dik”, dihari bahagianya aku sedikit bernostalgia, dan tiba-tiba air mataku tak terbendung lagi menetes perlahan jika mengingat pesan singkat yang kuterima dua tahun silam,  Yah, dia memutuskanku lewat pesan singkat tanpa penjelasan, tanpa suara, tanpa terlihat batang hidung. Dan kini dia ada dihadapanku. Matanya, hidungnya, bahunya, masih sama seperti dulu. Enah mengapa Ucapan MAAF dan TERIMAKASIH darinya terdengar sangat sakit)

“Hayook Ca, Kita pulang....!”Mas Angga menggandengku cepat-cepat Keluar dari Gedung.

Di taman Kota.
Di luar Gedung pernikahan tepatnya di taman kota. Yang kebetulan malam sekarang adalah malam minggu.... meski waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB suansan masih ramai dipadati segerombolan anak muda atau sepasang anak manusia yang sedang merajut cinta... dihiasi lampu-lampu kota. Yang entah terlihat oleh pandanganku sangat buram dan tak jelas. Mungkin karena air mataku yang terus mengalir.

“hiiikkkz....hikkzzz... hikz.....hiiikkkz....hikkzzz... hikz.....” menangis tersedu  (Aku)
"hiiikz.... Aku... aku udah gak kuat Mas.... Aku udah gak kuat... aku berusaha tegar.... tapi kali ini udah gak bisa....hiikz..." (Aku)
 
"Ya Tuhan, Apa kata Mas??? Kamu gak usah hadir dipesta itu!! tetep ngeyel!" 
"Hiiikkzzhh.....hikz... boleh aku menangis??" (Aku)

“teruslah menangis Ca, kali ini Mas gak akan ngelarang kamu menangis. Teruslah menangis Ca, kamu berhak untuk menangis, kamu berhak menangisi kesakitan kamu yang selama ini kamu pendam, menangislah Ca untuk setiap butiran air matamu akan berubah menjdi kekuatan baru, teruslah menangis Ca, sampai luka dihatimu habis....” (Mas Angga)
“hiiikkkz....hikkzzz... hikz.....hiiikkkz....hikkzzz... hikz..... Mas..... Aku....” (Aku)
“Sssstttt.... sudah, kamu menangis saja, jangan banyak bicara jangan banyak menyangkal!! pundak yang Mas miliki masih bisa menampung tangisanmu, pelukan yang Mas miliki masih mampu menopang tubuhmu” (Mas Angga)
“hiiikkkz....hikkzzz... hikz.....hiiikkkz....hikkzzz... hikz..... sakiiiit Mas...sakiiit” (Aku)
(Yah, inilah hak ku untuk menangis saat yang tepat untuk menangis , toh disini gak ada seorangpun yang aku kenal selain Mas Angga, disini semua orang acuh tak acuh dan akupun  menangis semampuku melumatkan semua rasa sakit didalam dada...  yah, karena akupun bukan dewa... aku hanya manusia biasa. wajahku terbenam di dada Mas Angga... pelukanku semakin erat. Dan Mas Angga pun mengelus kepalaku dengan penuh kasih sayang tanpa sepatah kata).
Kami berdua diam membisu, berpelukan kurang lebih sepuluh menit.  Mas Angga yang biasa bawel dan paling gak suka liat aku nangis, kini membiarkanku begitusaja. sesekali Mas Angga mengusap air mata yang berlinang dipipiku.
“Makasih banyak yah Mas, aku udah lega sekarang....” (Aku)
“Iya Ca, sama-sama...  udah kenyang nangisnya Ca??” (Mas Angga)
“Dikira makan?? Sampe kenyang gitu?!”  (Aku) Mas Angga masih sempat-sempatnya mengajak becanda.
“Haduuuuuhhh mana janjimu yang katanya kamu gak bakal nangis? Omdo ah....” (Mas Angga)
“itu kan Cuma spontan Mas.... huuuh...”(Aku)
“Iya..iya... tapi ini lho... masa berangkat cantik banget, pas pulang wajah kusam mata merah, ingusan lagi.... iiih, serem...  apa kata bude nanti?? Pasti Mas Angga dikira gak bisa ngejaga kamu”(Mas Angga)
“Bodo ah... dari awal juga udah ribet pake makeup! Lagian udah lewat acaranya... mamah juga pasti ngertiin kok mas...”(Aku)
“Sipp lah... baru segitu, kamu belum ngobrol-ngobrol sama orangtuanya Andri... gak kebayang deh.. pasti kamu pingsan....”  (Mas Angga)
“Iya ya Mas, ya.... untung orangtuanya Mas Andri lagi sibuk ngurusin tamu lain dan jaraknya jauh dari aku” (Aku)
“Yaudah, yang penting kamu udah lewatin semua itu” (Mas Angga)
“Mas, tadi aku sempet kaget pas istrinya itu tau namaku.. trus ngobrol dikit gitu, sampe jantungku mau copot” (Aku)
“Ya iyalah Ca, tau... orang mereka udah jadi suami istri... ya harus terbuka satu sama lain... lagian yang ngundang kamu itu belum tentu kemauan si laki-laki kadang si perempuan juga menginginkan kejelasan mantan-mantannya dulu” (Mas Angga)
“oooh gitu, berati aku juga harus siap-siap mental dong buat udangan yang kedua...” (Aku)
“Kenapa emang?” (Mas Angga)
“Iya.. kan mantanku ada dua, kan baru satu yang kirim undangan... nunggu satu lagi undangan....” (Aku)

"Tapi aku dengan Mas Fajar putusnya baik-baik. dan atas kesepakatan bersama... kalaupun diundang sepertinya gak terlalu terluka. komunikasi aku sama dia masih baik sampe sekarang. Mungkin gak yah, Mas Fajar ngundang aku nantinya??" 

“Yeeee... ngarep banget diundang!.. ada juga lho Ca, yang kedua belah pihak itu sepakat buat ngubur atau ngelupain para mantan dengan gak ngundang mereka. Karena mereka tau itu menyakitkan, atau bisa meluakai satu sama lain.... apalagi yang pasangannya cemburuan. Biasanya mereka sepakat buat gak ngundang para mantan” (Mas Angga)
“Berarti tadi istrinya gak cemburuan yah?” (Aku)
“Ya belum tentu juga sih, kadang ada yang mengundang para mantan Cuma untuk pamer atau panas-panasan atau nunjukkin kalo mereka sudah bahagia tanpa mantan. Ada juga yang tulus mengundang untuk meminta do’a restu” (Mas Angga)
“Ohhh.. iya Mas, Pantes ajah di Medsos juga kadang rame banget panas-panasan, pasang foto prewed, pasang foto mesra mereka berdua.... bahkan ada yang tega nge tag gitu ke para mantannya...” (Aku)
“Nah... itu dia, banyak banget Ca. Bukannya saling mendo’akan ini malah sumpah serapah dan balas mencaci....” (Mas Angga)
“Hmmm... Kalo Mas Angga nanti gimana?? Mau ngundang para mantan enggak??” (Aku)
“Mau tau ajah apa mau tau bangeeeet??” (Mas Angga)
“Hadeeeeh....... mau tau bangeeeet!” (Aku)
“Kasih tau gak yaaaa?” (Mas Angga)
“Please Deh! Mas.....” (Aku)
“Hmmmm... gatau Ca, Liat nanti ajah.... tapi Mas Rasa selama berhubungan pacar-pacaran dulu, Mas gak pernah ngelakuin hal yang fatal deh... kaya semacem diselingkuhi, atau menyelingkuhi, memutuskan sepihak, atau backstreet gitu... Mbak Pipit juga, gitu sama mantan-mantannya setahu Mas sih semuanya gak ada masalah.....” (Mas Angga)
“Jadi??” (Aku)
“Penasaran banget yah?? Kepo kamu Ca!” (Mas Angga)
“huuuu... aku kan pengen tahu Mas.....” (Aku)
“Ya menurut Mas sih ya, Pesta pernikahan itu emang penting. Dimana momentyang  paling ditunggu-tunggu oleh semua pasangan. Yang jelas jangan sampe ada dendam diantara semuanya. Kita saling mendo’akan satu sama lain, semakin banyak tamu yang datang untuk mendo’akan semakin bagus. Dan yang lebih pentingnya lagi. Kita gak usah pamer atau panas-panasan gitu, cukup kita tunjukkin kebahagiaan kita terhadap pasanganyang dimiliki sekarang. Buat apa pesta megah tapi ada hati yang terluka? Banyak yang menggunjing, tidak merestui?” (Mas Angga)
“Iya ya Mas yah... banyak juga pasangan yang nikah gak ada kabar, tau2 udah bahagia punya anak-anak yang lucu..... malah lebih bahagia...”
“Iya Ca, maksud Mas gitu. Kamu tuh, ya.... pikirin ajah gimana biar kamu cepet dapet pengganti, jangan nunggu undangan terus... kamu duluan yang sebar undangan  juga gak papa!” (Mas Angga)
“Iya Mas... tapi gak semudah itu (-_-)” (Aku)
“Jodoh emang gak kemana, tapi kamu juga harus berusaha kemana-mana....” (Mas Angga)
“Iya.. iya... siap BOS! Makasih banyak untuk hari ini ya mas ya.... banyak banget pelajaran yang aku terima... sebagai ungkapan terimakasihku aku mau kok jadi pagar ayu nanti kalo Mas Angga sama Mbak Pipit nikahan” (Aku)
“Beneran Yah! 24 Jam... dampingin kita..... ngipasin kita....... haha...” (Mas Angga)
“ya enggak segitunya juga kali Mas!..... dikira robot gak istirahat???” (Aku)
“haha... tapi kalo pas lagi malem pertama kamu pergi jauh-jauh... jangan ganggu! Kamu masih kecil...” (Mas Angga)
“Ihhhh.. ngomong apaan sih, enggak bakal ganggu! Palingan ngintip... weeek... Pesan keponakan kembar yah! Haha...”
“Dikira buatnya gampang?!” (Mas Angga)
“Haduuuh..haduuuuh... ngomongnya udah kejauhan...  Hayook Pulang!!!” (Aku)
"Gak Pengen beli ice cream dulu Ca?? biasanya kalo kamu sedih suka makan Ice cream??" (Mas Angga)

"mmmmmm... gimana yah?? pengen sih tapi besok ajah yah, Mas Angga sama mbak Pipit aku traktrir deh... untuk saat ini aku pengen banget peluk erat mamah... pengen langsung pulang ajah..." (Aku) 

"Ok kalo gitu yuuuk pulang... udah gak usah sedih-sedih lagi... besok kita have fun! bareng-bareng..."


S E L E S A I