Puisi ini aku buat, waktu jaman-jamannya galau.... bingung mau marah juga sama siapa? mau benci juga gak ada gunanya? cuma buang-buang energi..... lebih baik "Talkless Do More" (iklan) hihi...
berhubung aku suka membaca. kenapa tidak aku abadikan saja? dalam bentuk tulisan, yang sewaktu-waktu bisa menjadi sebuah bacaan bagiku dan bagi yang lainnya.. ternyata lega rasanya, setelah kutuliskan semua... dan semoga bisa bermanfaat.
CINTA SEGI TIGA
Dulu aku bertanya, cinta segi tiga itu
seperti apa?
Apakah hanya sebuah cerita sinetron saja?
Tetapi memang ada pada kehidupan nyata Dan sekarang aku merasakannya, ternyata
menyiksa
Walau bahagia ada, tapi bersifat
sementara
Yang tersisa hanya luka, karena ada cinta
lain disana
Perasaan cinta ini berasal dari-Nya Dia menghadirkan rasa cinta seperti ini kepadaku
Dan hanya kepada-Nyalah aku berpasrah
Jika rasa ini berujung dosa, aku ingin
melepasnya
Jika rasa ini menyesatkan, Ya Tuhan.. tunjukkan
aku jalan
Aku yang jadi korban, dan aku pula yang
harus berkorban
Mengalah bukan untuk menyerah tapi
belajar rela Segera akhiri, atau aku yang pergi......
Kini ku berharap cinta segi tiga terbelah
menjadi dua
Sebulanan Kemarin, Saya Gak Posting-posting... Lumayan Kangen juga sih,,,
Yuuuuk kita mulai....
Kemarin saya baru saja beres-beres rumah bersama
keluarga… yah, bisa dibilang kerja bakti.. hehehe..
Alhasil rumah menjadi lebih tertata rapi dan ada
perubahan walaupun hanya sedikit… dan Alhasil juga saya kena serangan debu2 jahat
yang mengakibatkan saya harus libur kerja selama 2 hari, hemm.. esok harinya disusul ibu saya kena sakit juga…
ya nasib…. Emang sih, sakitnya gak parah…. Tapi yang namanya sakit baik itu
parah maupun ringan emang gada yang enak!!!
Lanjut beres-beres rumah, banyak barang-barang penuh
kenangan… kaya mainan waktu kecil, catatan-catan pelajaran waktu sekolah dulu,
surat cinta kakak saya, trus masih banyak lagi deh… dari yang GAK PENTING sampe
ke barang-barang yang PENTING… bahkan barang-barang yang pernah hilang dan
nyari-nyari sampe pusing tujuh keliling ternyata ketemu!.. wewwww.. emang kalo
jodah gak kemana.. hehe
Sebagian barang-barang tersebut saya bakar karena
GAK terlalu penting, tapi sebagian lagi saya kemasi dan dimasukkan ke dalam
kardus-kardus coklat untuk di simpan digudang, karena barang-barang tersebut
suatu saat kita butuhkan, dan memang banyak menyimpan kenangan.
Saya jadi inget, dengan suatu buku yang pernah saya
baca…. Ada kaitannya juga sih, sama beres-beres rumah waktu kemaren… yang
isinya gini :
Ada Perasaan yang sama, antara sehabis putus dengan
pindah rumah atau beres-beres rumah. Keduanya harus sama-sama meninggalkan
sesuatu yang akrab dengan diri kita dan hati kita. Keduanya sama-sama memaksa
kita untuk mengingat-ingat kenangan yang ada sebelumnya, disadari atau tidak. Dipaksa
atau tidak.
Putus cinta sejatinya adalah sebuah kepindahan.
Bagaimana kita pindah dari satu hati ke hati yang lain… kadang kita rela untuk pindah,
kadang kita dipaksa untuk pindah dari orang yang kita sayang, kadang bahkan
kita sendiri yang memaksa orang tersebut untuk pindah. Ujung-ujungnya sama : “Kita harus bisa maju, meninggalkan apa
yang sudahmenjadi ruang kosong”
Sama seperti memasukkan barang-barang ke kardus, saya juga harus memasukkan kenangan-kenangan
ke dalam kenangan saya dengan orang yang saya sayang ke dalam ke semacam kardus-kardus
kecil.
Inget, waktu pertama kita kenalan dengan pacar…
inget, waktu pertama kita jadian, inget waktu kita bacanda bersama keluarga
dalam rumah yang sederhana, de el el…
Dan sama ketika kita baru putus, kenangan yang
timbul yang paling kuat adalah yang paling awal juga kenangan-kenangan yang
memaksa untuk diingat itu harus dipaksa masuk ke akal.
Jadi??? Selamat datang suasana baru….. Selamat
datang Cinta baruuuu!
Berbagai peristiwa besar terjadi di hari kelahirannya
Fajar pagi sebentar lagi terbit. Hari itu, Senin, 12 Rabiulawal, saat sebagian warga Mekah terlelap dalam mimpi, terdengar pekik tangis bayi suci yang baru lahir. Ia adalah bayi yatim, karena beberapa bulan sebelumnya ayahandanya baru saja wafat.
Penyair Al-Barzanji menggambarkan, suasana kamar yang temaram tiba-tiba berkilauan karena wajah sang bayi memancarkan cahaya laksana purnama. Disaat yang bersamaan, seluruh makhluk Allah selain jin, setan dan manusia, menyenandungkan puja-puji sebagai ungkapan rasa syukur atas hadirnya seorang bayi yang akan menjadi rahmat bagi semesta alam. Dialah Muhammad.
Kehadiran Muhammad bukanlah hal yang tiba-tiba. Sebab, Allah telah merencanakan kehadirannya jauh sebelum penciptaan alam semesta. Bahkan Nabi Adam pun telah mengetahui nama beliau, dan berwasilah melalui namanya untuk bertobat. Kala itu Nabi Adam berdo’a “Ya Allah, Ya Tuhanku, aku memohon ampun kepada-Mu dengan hak Muhammad, aku yakin Engkau akan mengampuniku”.
Allah bertanya, “Bagaimana kau mengetahui Muhammad, sedangkan Aku belum menciptakannya?”
Maka jawab Adam, “Ya Tuhanku, karena Engkau menciptakan aku dengan tangan-Mu, dan meniupkan pada diriku roh-Mu, lalu mengangkat kepalaku sehingga aku melihat tiang-tiang Arasy yang bertuliskan La ilahaillallah Muhammad Rasullallah (Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah rasul Allah). Sehingga aku tahu, Engkau tidak mempersandingkan seseorang pada nama-Mu melainkan sosok yang paling Engkau cintai.”
Allah pun berfirman, “Engkau benar, hai Adam. Sesungguhnya Muhammad adalah sosok yang paling Aku cintai. Dan jika engkau meminta kepada-Ku dengan haknya, pasti aku akan mengampunimu. Dan jika bukan karena Muhammd, niscaya Aku tidak akan menciptakanmu.”
Ramalan tentang akan datangnya seorang Rasul di Jazirah Arab juga telah termaktub dalam beberapa kitab suci sebelumnya, seperti Taurat dan Injil. Hal itu diketahui dari cerita sahabat Salman Al-Farisi. Dalam pengembaraanya, ia bertemu beberapa pendeta Yahudi dan Nasrani yang memperbincangkan akan datangnya Nabi baru sebagaimana termaktub dalam kita-kitab suci mereka. Juga ketika Buhaira, seorang pendeta Nasrani, mengenali tanda-tanda kenabian Muhammad, kala Nabi, yang ketika itu masih kecil, menemani pamannya, Abu Thalib, berdagang ke Syam.
Abdullah ibn Amr ibn Al-Ash menceritakan, ada seorang pendeta di Marr Al-Zhahran di Syiria bernama Easa sering berkata, “Sudah tiba saatnya kelahiran seorang anak di Mekah yang akan ditaati oleh seluruh orang Arab, dan orang-orang non-Arab. Ini adalah waktu baginya.” Itu sebabnya setip kali ada seorang bayi lelaki lahir, ia selalu menanyakan bagaimana tanda-tandanya.
Tiga Tanda
Ketika Muhammad lahir, pendeta Easa berkunjung ke rumah Abdul Muthalib, kakek Nabi. Katanya “Semoga engkau adalah ayah bayi yang baru lahir yang diberkati, yang telah kuceritakan kepadamu. Aku pernah mengatakan, ia akan dilahirkan pada hari Senin, menerima kenabiannya pada hari Senin, dan wafat pada hari Senin.”
Abdul Muthalib menjawab, “Malam ini menjelang fajar, aku memiliki bayi lelaki yang baru lahir.”
Sang pendeta bertanya, “Kau beri nama apa dia?”
“Muhammad”, jawab Abdul Muthalib .
“Aku meramalkan, bayi yang baru lahir itu berasal dari masyarakatmu. Aku mengenalnya karena tiga tanda : bintangnya muncul kemarin, ia dilahirkan di hari ini, dan namanya Muhammad.”
Sementara itu, Aisyah meriwayatkan, pada malam kelahiran Muhammad itu ada seorang pedagang Yahudi yang singgah di Mekah. Ia bertanya, “Wahai kaum Quraisy, adakah seorang bayi yang baru dilahirkan diantaramu?”
Mereka menjawab, “Kami tidak tahu.”
Ia lalu berkata, “Malam ini Nabi umat terakhir dilahirkan. Di antara kedua bahunya ada tanda beberapa rambut di atasnya.”
Mereka lalu menemani pedagang Yahudi itu mengunjungi ibunda Muhammad, dan bertanya apakah mereka dapat melihat sang bayi. Sang ibunda pun lalu membawa putranya yang baru lahir itu. Mereka kemudian membuka punggungnya. Ketika melihat tanda yang dimaksudkan itu, pedagang Yahudi tersebut pun pingsan. Saat sadar ia berkata, “Demi Allah, kenabian telah berlalu meninggalkan Bani Israel.”
Mayoritas sejarawan sependapat, Muhammad dilahirkan pada Tahun Gajah, lima puluh hari setelah Raja Abrahah dari Abbesinia menyerang Ka’bah pada 570 M. hari kelahiran Nabi, Senin juga merupakan hari istimewa bagi umat Islam, karena saat itu ada beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi. Menurut Ibbn Abbas, “Muhammad SAW, dilahirkan pada hari Senin, diangkat menjadi Nabi pada hari Senin, meninggalkan Mekah untuk berhijrah pada hari Senin, tiba di Medinah juga pada hari Senin, dan membawa batu hitam (Hajar Al-Aswad) juga pada hari Senin.” Dan Nabi Muhammad SAW, juga wafat pada hari Senin.
Menjelang kelahirannya, ada beberapa peristiwa ajaib, sebagaimana diriwayatkan oleh Yaqub Ibn Sufyan. Misalnya, istana Kisra Agung Persia berguncang hebat, menyebabkan empat belas balkonnya runtuh. Selain itu, api abadi di kuil Zarathurtra di Persia yang telah menyala selama 1.000 tahun, tiba-tiba padam. Sementara air danau Tiberia menguap habis. Menurut riwayat lain, pada malam kelahiran itu penjagaan langit diperketat dan para malaikat penjaga dipersenjatai dengan bola api untuk mencegah setan yang bermaksud mencuri berita langit.
Keajaiban lain, sebagaimana yang diungkapkan oleh Ibn Umar, Muhammad SAW dilahirkan dalam keadaan telah terkhitan, sementara tali pusarnya telah terputus. Menurut sahabat Anas, Nabi SAW bersabda, “Salah satu dari tanda-tanda kehormatan yang dikaruniakan Tuhanku ialah, aku dilahirkan dalam keadaan telah terkhitan, dan tak seorang pun melihat bagian pribadiku.”
Menurut Al-Hakim, kelahiran Nabi SAW telah diberitakan oleh Tsuwaibah, budak perempuan Abu Lahab. Paman Nabi SAW. Karena membawa berita gembira itu, Tsuwaibah dibebaskan oleh Abu Lahab. Setelah Abu Lahab meninggal, Tsuwaibah melihatnya dalam mimpi.
Ia bertanya, “Bagaimana keadaanmu?”
Abu Lahab menjawab, “Aku ada di neraka. Tapi aku dapat keringanan setiap hari Senin, di mana aku minum air dari titik yang terletak diantara jari-jariku. Ini keajaiban yang aku terima karena membebaskan Tsuwaibah saat ia membawa berita kelahiran Muhammad.” (Subhanallah)
Nah, jika tokoh kafir yang sangat memusuhi Rasulullah SAW saja mendapat Anugerah dari Allah SAW karena gembira mendengar kelahiran Nabi, apalagi umat Islam yang setiap tahun menyambut kehadiran Sang Purnama Penerang Dunia itu di bulan Rabiulawal atau Maulud.
“Salam bagi-MU wahai utusan Allah, beserta Rahmat dan berkah-Nya”
Allahumma shalli wa salim wa barik ‘alaih.
“Barang siapa mempunyai anak bayi lalu membacakan azan di telinga kanan dan iqamat di telinga kirinya, niscaya jin penggoda anak-anak tidak akan mengganggunya. “
Dikisahkan Seorang pemuda iseng yang mencoba membuktikan apakah benar Rizki itu ada dari Allah, dan apa mungkin Rizki itu gak kemana, walau kita tak mencarinya?? Hem… ada2 ajah nih pemuda… Hari gini masih ajah gak percaya ama Kekuasaan Allah…
CAPEDEH….. -,-
Suatu hari pemuda itu Pergi ke sebuah Gunung untuk bersembunyi disebuah Gua dimana gunung tersebut hanya dihuni oleh segelintir warga… Tujuannya adalah agar ia tak kebagian Rizki dari Allah… bahkan ia pun tak membawa perbekalan untuk makan, hanya baju dan celana yang melekat di tubuhnya… dua hari sudah ia tak makan…
“Aduh, perutku sakit… tapi aku akan bertahan, aku akan mencari jawaban sendiri bahwa yang dikatan oleh orang-orang selama ini bener atau gak??” Sabar-sabar…
Pada hari ketiga ada sekelompok mahasiswa Pecinta alam mendaki gunung dan mereka mencari tempat berteduh untuk sementara waktu….. dan di Gua inilah mereka berteduh…
“Sepertinya ada orang yang akan memasuki gua ini?? Hem… tapi aku harus tetap bersembunyi dan diam tanpa suara” (ujar pemuda dalam hati)
“wah… Temen- temen, ternyata Gua ini lumayan luas dan nyaman untuk beristirahat.. setelah setengah hari kita mendaki…” (ujar sang ketua Kelompok Pecinta alam)
Dan mereka pun beristirahat, sambil menikmati perbekalan yang mereka bawa…
“eh, coba deh lihat kesini… temen-temen!.. di belakang ternyata ada orang…”
(ujar salah seorang mahasiswa)
Dan mereka pun mendekati pemuda itu….
“Halooo?? Nama anda siapa??”
“Kok, diem ajah ya??”
“Tapi, matanya berkedip”
“Aneh”
“dibilang manusia purba bukan, liat saja dia memakai pakaian masa kini”
:D
Mereka memborong pertanyaan satu-persatu, tapi tak ada respon dari pemuda tersebut..
“aduh, ini orang-orang menggangguku saja!!! Ah, tapi aku harus tetap diam dan mematung seperti ini” (ujar Pemuda)
“nah, coba kamu ambil roti di tas ku… mungkin dia lapar…” (ujar ketua kelompok)
“baiklah, Ini….”
“Aneh, dia tetap gak mau memakan roti itu…”
“Ketua, coba saja kau masukkan roti itu kedalam mulutnya… mungkin dia akan mengunyahnya” (Ujar salah satu anggota kelompok)
Lalu sang ketua membuka mulut pemuda itu dan memasukkan sepotong roti ke dalam mulutnya.. dan ternyata dikunyahlah roti itu oleh pemuda tersebut…
“Ya Allah… selama ini aku ragu atas rizki yang engkau limpahkan kepadaku mata hatiku telah buta selama ini, bahkan Kau memaksa aku untuk menikmati Roti itu dengan perantara orang-orang yang kau kehendaki… Kini aku percaya PadaMu… maka Ampunilah Segala Dosa-dosaku atas keraguanku selama ini”
(ujar pemuda sambil menangis tersedu)
S E L E S A I
Hikmah yang terkadung dalam cerita tersebut ialah… Sebenarnya Rizki itu ada untuk kita, hanya saja Allah memberikannya dengan cara yang Dia kehendaki…. Mungkin saja melalui perantara seseorang atau bahkan datang sendiri langsung… semua adalah misteri, pandai bersyukur.. pandai pula mendapatkan nikmat Rizki dari Allah… semua itu ada rentang waktunya, tapi jika kamu ingin mendapatkan rizki tanpa harus menunggu lama maka bekerjalah, berusahalah dan berdo’alah agar tak kalah cepat dengan yang lain…. Ingat, Rizki itu bukan hanya berbentuk uang…!!!!, juga tak perlu kamu menggunakan cara yang licik untuk mendapatkan semua itu… Karena Rizkimu dan Rizkiku takkan pernah tertukar…
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang bersyukur…