selamat datang

layar


Tuesday, 17 April 2012

SANG MANTAN


SANG MANTAN


Percaya atau tidak?? Kadang setelah putus hubungan, mantan kita akan terlihat lebih cantik (bagi perempuan) dan terlihat lebih tampan (bagi laki-laki). Hal ini juga tergantung cara putusnya dulu, apakah dengan cara yang baik atau sebaliknya?

Yapp, tapi berdasarkan pengalaman-pengalaman dari teman-teman semua, mereka mengatakan hal serupa…. Setelah beberapa lama menjalin hubungan tentunya banyak waktu yang dihabiskan bersama, hingga getaran di hati yang berdegup kencang kini berubah perlahan dan akhirnya menghilang….. (wah, jangan sampe kaya gitu yah.. tragis banget!!!)

Alhasil, setelah kita putus, tentunya timbul rasa kangen, rindu, dan penasaran seperti apakah dia setelah putus dari kita? Apakah lebih baik atau lebih buruk? Ehhh.. malah jadi mikirin dia terus deh…
Baik itu putusnya secara baik-baik atau tidak… pastilah semua akan berbekas diingatan kita bukan??

Bagi yang putusnya dengan cara yang kurang baik, biasanya timbul rasa benci, kecewa, bahkan menaruh dendam! Yang ada difikirannya hanya bagaimana caranya bisa membalas perlakuan dia, diwaktu putus dulu.. (ih, serem juga yah??)

Sebaliknya bagi pasangan yang putusnya secara baik tentu rasa kecewa itu ada, namun kebanyakan dari mereka hanya mampu diam lalu memendam perasaan yang teramat sakit dan gak’ banyak gegabah… Berdo’a adalah cara yang tepat agar mendapatkan ketentraman hati dan fikiran.

Tak disangka dan tak diduga, Tuhan mempertemukan kita kembali bersama sang mantan, orang yang pernah kita sayang, orang yang pernah membuat kita bahagia, dan bahkan ada juga yang meninggalkan bekas luka… tapi itu semua melebur menjadi satu pandangan yang tertuju pada dirinya, tatapan matanya, bentuk tubuhnya, dan suaranya, tapi kalo dalam hatinya siapa yang tahu??

Momen seperti ini, membuat kita seperti awal berjumpa, awal mengenal, dan tentunya penyakit Canggung itu menyerang kita!!! Hemm.. mulai jaim lagi deh…

Tapi dari kejadian ini, kita harus pandai-pandai memanfaatkan semua yang terjadi… yaitu memperbaiki hubungan walaupun kita sudah gak’ mungkin untuk bersama kembali… walaupun pada akhirnya kita sudah mempunyai pasangan yang lain.  ya syukur-syukur bisa jauh lebih baik lagi..  bisa dibilang
“Akhir dari hubungan itu adalah awal dari persaudaraan”

Ketika seseorang sedang jatuh cinta, sesungguhnya akal pikiran  yang ada pada dirinya telah kalah dengan besarnya perasaan, Orang bijak bilang “Jatuh Cinta itu musuhnya Akal”… dan ketika seseorang sedang berada dipuncak amarah, sesungguhnya ia telah kalah dengan egonya…. Berbeda dengan orang yang telah putus cinta… mereka membutuhkan waktu untuk menyeimbangkan akal, pikiran, perasaan, dan amarah… sehingga mereka menilai seseorang dengan keseluruhan. Bukan hanya kelebihannya, melainkan juga kekurangannya.  

“Oh, ternyata dia menyesal”
“Oh, ternyata dia masih sendiri”
“Oh, ternyata dia sudah mempunyai pendamping yang baru”
“Oh, ternyata dia masih mencintaiku”
“Oh, ternyata dia benar-benar telah melupakanku”
“Oh, ternyata dia sangat tulus menyayangiku”
De el el…


Berbagai macam kesimpulan yang kita dapat setelah bertemu dengan sang mantan,
Tapi ingatlah, kita juga pernah ada dihatinya, kita juga pernah menjadi orang yang ia sayang, bagaimanakan jika posisi kita berada di posisinya??
Susah dijelaskan bukan??

Jadi, apa salahnya kita memaafkan, apa salahnya kita memulai sesuatu dengan sapaan yang baik? Gak’ ada kata terlambat untuk memulainya, bukankah pengalaman adalah guru yang terbaik?? Dan ini berlaku bagi semua yang mau dan ingin memperbaiki hubungan. Sedikit susah memang… tapi percayalah hal ini lebih menyenangkan!



AYO PERBAIKI HUBUNGAN!!!




Monday, 16 April 2012

SAMA TAPI BEDA


PACARAN, LONG DISTANCE RELATIONSHIP (LDR), JOMBLO


 

 

 

 apa sih, perbedaan dari pacaran, hubungan jarak jauh dan JOMBLO??

Berikut ini persamaan dan perbedaan antara ketiganya









Pacaran           :  Beli baju sama pacarnya
LDR                :  dikirimin baju sama pacarnya
Jomblo            :  Minjem baju tetangga

Pacaran           :  Pelukan Pas nonton konser
LDR                :  Telepon-teleponan pas nonton konser
Jomblo            :  Jadi calo tiket

Pacaran           :  Pergi ke pantai sama-sama
LDR                :  video Call pas lagi di pantai
Jomblo            :  ngambang di tengah laut kena ombak

Pacaran           :  Kencan sambil gandengan di kebun binatang
LDR                :  kirim-kiriman foto binatang luccu
Jomblo            :  diseruduk banteng, dikejar gajah

Pacaran           :  telepon-teleponan sama pacarnya
LDR                :  Blackberry messenger-an sama pacar
Jomblo            :  ngirim-ngirimin SMS “Mama Minta Pulsa”

Ketika di acara pernikahan
Pacaran           :  ditanya “Kapan nikah? / Kapan nyusul?”
LDR                :  ditanya “Kapan pacarnya pulang?”
Jomblo            :  ditanya “itu piring ngambil dimana? Jangan dibawa
                           pulang!

Ketika hadir diacara pernikahan
Pacaran           :  Bawa pacarnya
LDR                :  bawa titipan salam dari pacarnya
Jomblo            :  bawa rantang

Ketika malam minggu
Pacaran           :  ngapel di rumah pacar
LDR                :  ngapel di depan komputer
Jomblo            :  ngepel di teras rumah sampai bersih

Ketika ditelpon
Pacaran           :  “Makasih buat hari ini, ya sayang”
LDR                :  “Cepet pulang, ya sayang”
Jomblo            :  “Pesen Ayamnya yang krispi ajah mbak”

Ketika Berdo’a
Pacaran           :  “Ya Tuhan, Semoga rasa sayang dan cintanya tulus
                             kepadaku”
LDR                :  “Ya Tuhan, Jagalah ia yang jauh disana.. jagalah
                             fisiknya serta hatinya”
Jomblo            :  “Ya Tuhan, sampai kapan aku seperti ini? Rasanya
        tak adil, salah dan dosaku apa?




Saturday, 14 April 2012

"SAKIT MU" (Puisi)






Jika sakitmu, lukamu, dan sedihmu dapat dibagi aku rela bersama semua itu...
Tapi, Tuhan berkehndak lain, Tuhan lebih sayang engkau...
Penyakit yang didertitamu adalah bahasa Tuhan Kepadamu…
Kau dengan kuatnya memikul semua itu demi aku dan semua…
Jika bijak, aku pun harus berbudi padamu...
Jika ku ingat dulu kau gadaikan tulangmu ke Timur tengah
Miris hati ini, hingga kini aku masih hidup dan tumbuh oleh real, dirham, dan dollar yang kau sisihkan.
Dalam darahku mengalir semua itu…
Kadang aku kalah dengan egoku, nafsuku, dan semua sifat setanku, tanpa kusadari anakmu ini menyakitimu,, dan memperpuruk keadaan....
Aku sangat sayang padamu, melebihi sayangku pada sang pacar.....
Karena raga ini sakit jika kau terus merintih…
Sakitmu sekarang, membuat aku mengerti…
Bahwa aku harus lebih menjagamu, dan melindungimu…
Seperti kau dulu kepadaku.
Sekarang takkan ku biarkan kau seperti dulu…
Anak-anak mu kini sudah dewasa..

Love You Mom





Wednesday, 11 April 2012

HARRY POTTER

Harry Potter merupakan salah satu seri novel fantasi karya J. K. Rowling dari Inggris mengenai seorang anak laki-laki bernama Harry Potter. Sejak rilis pertama novel ini, Harry Potter dan Batu Bertuah pada tahun 1997 di Inggris, buku ini telah mendapatkan ketenaran dan kesuksesan secara komersial di seluruh dunia, diangkat menjadi film, video game, dan beragam merchandise.

Latar belakang kisah ini kebanyakan berada di Sekolah Sihir Hogwarts dan berpusat pada pertarungan Harry Potter melawan penyihir jahat Lord Voldemort, yang menggunakan Ilmu Hitam untuk membunuh orang tua Harry.

Kesemua tujuh buku yang direncanakan Rowling dalam seri novel ini telah diterbitkan. Buku keenam, Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran versi asli bahasa Inggris diterbitkan pada 16 Juli 2005, sementara buku ketujuh, Harry Potter dan Relikui Kematian diluncurkan di seluruh dunia pada 21 Juli 2007 (versi terjemahan bahasa Indonesia diterbitkan pada tanggal 13 Januari 2008). Enam buku pertama dalam seri novel ini secara keseluruhan telah terjual lebih dari 325 juta kopi, dan telah diterjemahkan ke lebih dari 63 bahasa.[1][2]

Atas kesuksesan novel-novelnya ini, Rowling telah menjadi penulis terkaya sepanjang sejarah kesusasteraan.[3] Versi-versi asli dalam bahasa Inggris diterbitkan oleh penerbit Bloomsbury di Inggris Raya, Scholastic Press di Amerika Serikat, Allen & Unwin di Australia, dan Raincoast Books di Kanada. Versi bahasa Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Lima buku pertama telah diangkat menjadi film layar lebar oleh Warner Bros. dan mendulang kesuksesan besar. Film kelima, Harry Potter and the Order of the Phoenix, mulai diambil gambarnya pada Februari 2006, dan dirilis pada 11 Juli 2007 di Amerika Serikat. Film keenam, Harry Potter and Half Blood Prince, dirilis pada 15 Juli 2009.


Tuesday, 21 February 2012

cerpen Kebahagiaanku

Cerpen Kebahagianku



Dulu aku ingin sekali setelah Lulus SMK kerja keluar kota, bersama teman-teman
Ngumpulin uang yang banyak untuk kedua orang tuaku
Pikirku ini mungkin bisa membuat mereka bahagia
Karena aku sadar diri, aku tidak mau membebani kedua orang tuaku dan lebih-lebih kakaku… maklumlah aku anak terakhir….

Saat itu aku kecewa dengan kedua orang tuaku, karena tidak mengizinkan aku
Mereka tetap kekeh dengan pendirian mereka, terutama Ayahku…
Jadi, apa boleh buat???
Beberapa temanku, memberikan luang kerja di tempat mereka tapi tentunya aku harus jauh dari orang tua, karena tempatnya tidak dekat… terpaksa aku harus menolaknya.
Aking sebalnya, jika ditanya teman-teman, “Kamu sibuk apa???” aku akan jawab “Nganggur”

Sampai pada suatu saat aku sudah tidak tahan, dan aku bertanya
“Mengapa kalian gak mengizinkan aku??? Niatku baik, aku akan berusaha membantu kalian, aku ingin seperti kakaku…. ia begitu mulia membantu kalian, membantu kita…, aku malu dengan teman-teman yang sudah bekerja, kuliah, dan menjalani hidup mereka yang lebih baik….. mengapa? Mengapa?? Aku bukan putri kalian yang masih kecil… aku sekarang sudah memasuki usia 17 tahun ke atas, aku beranjak dewasa”

Aku terkejut ketika Ayahku menjawab pertanyaanku itu…
“Bukanya Ayah tidak mengizinkan kamu, Orang tua mana sih yang rela jauh dari anak-anak mereka? Ayah juga mau melihat kamu bahagia, mengenyang pendidikan setinggi mungkin, melihat kamu dan kakakmu sukses, Ayah ingin itu….! Ayah malu, tidak mampu memberikan kebehagiaan seperti anak-anak yang lain”

Aku terharu, dan terus diam eh, tau-tau nangis bareng… hehe..

“Ayah gak bisa bayangin kalo kamu tinggal diluar kota, jauh dari pengawasan orang tua, walaupun ayah percaya sama kamu, tapi itu tidak bisa menjadi jaminan keselamatanmu, Ayah tahu persis sifatmu, kalau kamu sakit bagaimana??, siapa yang ngurusin? Apakah temanmu nanti akan peduli dengan kondisimu? Buat apa kamu sukses, jika tidak bisa membuat Ayah dan Ibu bahagia? Buat apa pula Ayah dan Ibu banyak uang, jika anaknya sengsara?? Apakah kamu tidak kasihan kepada kami? Anak kami Cuma kalian, kami hanya memiliki dua putri… kami tidak pernah membeda-bedakan kalian, cukup kakakmu yang berjuang di sana, yang kakakmu butuhkan ialah dukungan dan Doa kita…”

“ di rumah ini Cuma kita bertiga, jika kamu tidak ada disini, Ayah tidak bisa bayangkan….. mungkin akan terlihat seperti orang linglung, biasa mendengar nyanyian kamu, ocehan kamu, manjanya kamu… Ayah tidak bisa bayangkan itu!!!”
“asal kamu tahu, Seruan Do’a Ayah (Kami orang tua) tak luput dari mendo’akan kalian (Anak).. karena Ayah tidak bisa berbuat sehebat Ayah-ayah yang lain, Ayah hanya mampu berdo’a Kepada Allah Tuhan kami atas kebahagiaan kalian”

Yaaahh, jadi nangis bareng deh hehe…, disitulah aku lebih merasa menjadi dewasa karena aku mendengar nasehat-nasehat yang begitu agung…

Aku sekarang mengerti, Mengapa Kedua oarang tuaku masih menganggap aku seperti anak kecil, yah…. Karena orang bijak bilang… “Orang tua yang baik adalah orang tua yang menganggap putra-putrinya masih seperti anak kecil, bahkan seperti bayi…. Karena dari situ, Kasih sayang orang tua tidak berubah sedikit pun mulai dari kecil hingga dewasa”
Subhanallah ….

Aku sekarang lebih memaknai hidup dengan bersyukur, dan Allah meberi Rizkiku tak jauh dari tempat tinggalku… Alhamdulillah, Wasyukurillah.
Untuk kakaku tersayang, do’a kami menyertaimu… sabarlah, dan kuatlah, tetaplah dengan hatimu yang mulia kebahagian bersama kita, selagi kita terus bersyukur…..”
:-)




……Aku bersyukur Punyai keluarga yang begitu menyayangiku….

Terimakasih untuk Bapak, Mimih, dan Kakakku….
“You are My blood”




Monday, 20 February 2012

PENGERTIAN ANAK-ANAK, DEWASA, DAN REMAJA


PENGERTIAN

ANAK-ANAK
DEWASA
Dan
REMAJA




ANAK-ANAK Jelas kedududkannya, yaitu belum dapat hidup sendiri, belum matang dari segala segi, tubuh masih kecil, organ-oragan belum dapat berfungsi secara sempurna, kecerdasan, emosi dan hubungan sosial belum selesai pertumbuhannya. Hidupnya masih bergantung pada orang dewasa. Belum dapat diberi tanggung jawab atas segala hal. Dan mereka menerima kedudukan seperti itu.


Masa DEWASA juga sangat jelas. Pertumbuhan jasmani telah sempurna, kecerdasan dan emosi telah cukup berkembang, segala organ dalam tubuh telah berfungsi secara baik. Disamping itu Dia telah mampu mencari rizki untuk kepentingan dirinya, Dia tidak lagi bergantung kepada orang tua atau orang lain. Dia telah dapat diberi tanggung jawab dan mampu memikul tanggung jawab tersebut. Dia diterima oleh masyarakat, dimana ia berada sebagai orang dewasa yang matang, pendapatnya patut didengar, pertimbangannya perlu diindahkan dan dia diberi kepercayaan untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan masyarakat, baik kegiatan sosial, politik, ekonomi maupun agama.


Akan tetapi, lain halnya dengan masa REMAJA. Jika dilihat tubuhnya, ia telah seperti orang dewasa, jasmaninya telah jelas berbentuk laki-laki atau wanita. Organ-organnya telah dapat pula menjalankan fungsinya. Dari segi lain dia sebenarnya belum matang, segi emosi dan sosial masih memerlukan waktu untuk berkembang menjadi dewasa. Dan kecerdasan pun sedang mengalami pertumbuhan. Mereka ingin berdiri sendiri, tidak bergantung lagi kepada orang tua atau orang dewasa lainnya, akan tetapi mereka belum mampu bertanggung jawab dalam soal ekonomi dan sosial. Apalagi kalau dalam masyarakat, di mana ia hidup syarat-syarat untuk dapat diterima dan dihargai sebagai orang dewasa itu banyak, misalnya keterampilan dan kepandaian pengetahuan dan kebijaksanaan tertentu.


*) itu semua tergantung dari berbagai Faktor…. Seperti Lingkungan, gaya hidup dan tentunya kepribadian diri sendiri….  Dan usia pun tidak menjadi patokan bahwa seseorang bisa dikatakan Anak-anak, Dewasa, atau Remaja.

Hehehe… :)