selamat datang

layar


Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Friday, 26 July 2013

Hanya pada Allah Kuadukan Susah dan Sedihku



"Dear My Blog....."

“Hanya pada Allah kuadukan susah dan sedihku”;
Dia Maha Dekat, Dia Maha Menyimak, Dia Menjawab Doa, Dia Maha Pengasih, Dia Maha Penyayang.

“Hanya pada Allah kuadukan susah dan sedihku”;
Dengan Asma-Nya aku menikmati petang dan pagi, berdiam dan berlari, hidup dan mati

“Hanya pada Allah kuadukan susah dan sedihku”;
Dia yang menambah-lipatkan jika aku bersyukur, Dia yang menutup aib jika aku bermaksiat.

“Hanya pada Allah kuadukan susah dan sedihku”;
Dia tunda siksa atas dosa dan sabar menanti taubat ini; dari-Nya ku berasal dan Pada-Nya aku kembali.

“Hanya pada Allah kuadukan susah dan sedihku”;
Dialah yang menuliskan ketetapan bagiku, Dialah yang menguji tanpa melampaui batas kemampuanku.

“Hanya pada Allah kuadukan susah dan sedihku”;
Kehilanganku lebih kecil dari pemberian-Nya, musibahku tiada arti dibanding nikmat-Nya.

“Hanya pada Allah kuadukan susah dan sedihku”;
Yang menimpakan cobaan sebagai tanda cinta, agar tiada yang lebih besar di hati selain diri-Nya.

“Hanya pada Allah kuadukan susah dan sedihku”;
Tiada mudharat dan manfaat walau seluruh makhluk berhimpun tuk membuatnya kecuali dengan izin-Nya.

“Hanya pada Allah kuadukan susah dan sedihku”;
Dia yang memiliki ganti yang lebih baik atas kehilanganku, nikmat yang lebih kekal dari nestapaku.

“Hanya pada Allah kuadukan susah dan sedihku”;
Hingga kuibadahi Dia seakan-akan aku melihat-Nya; teryakini diri bahwa Dia pasti melihatku.

“Hanya pada Allah kuadukan susah dan sedihku”;
Hanya Dia tujuan hidupku dan ridha-Nya ujung pencarianku; bagi-Nya takut, harap, cinta dan yakinku.

“Hanya pada Allah kuadukan susah dan sedihku”;
Dia cukup bagiku, cukup untukku, cukup padaku, cukup atasku

Saturday, 20 October 2012

MATEMATIKA BERSEDEKAH


MATEMATIKA BERSEDEKAH



Bersedekah harus menunggu sampai kaya dulu???? Sepertinya prinsip itu salah besar! Orang yang kaya harta membagikan sebagian harta yang dimiliki, itu bukan sedekah melainkan KEWAJIBAN.

Bersedekah tidak akan membuat kita miskin, Ko bisa? Ini dia…

Sedekh bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa dan menutup kesalahan dan keburukan. Sedekah bisa mendatangkan Ridho Allah SWT, dan sedekah bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Inilah sekian fadilah sedekah yang ditawarkan Allah SWT bagi para pelakunya.
Sebagaimana kita ketahui, hidup kita jadi susah lantaran memang kita banyak betul dosanya. 

Dosa-dosa kita mengakibatkan kehidupan kita menjadi tertutup dari kasih sayang Allah. Kesalahan-kesalahan yang kita buat, baik terhadap Allah, maupun terhadap manusia, membuat kita terperangkap dalam lautan kesusahan yang sejatinya kita buat sendiri. 

Hidup kita pun banyak masalah. Lalu Allah datang menawarkan bantuanNya, menawarkan kasih sayangNya, menawarkan ridhaNya, terhadap ikhtiar kita, dan menawarkan ampunanNya. Tapi kepada siapa yang Allah bisa berikan ini semua? Kepada siapa yang mau bersedekah. Kepada yang mau membantu orang lain. Kepada yang mau peduli berbagi. Kita memang susah . tapi pasti ada yang lebih susah. Kita memang sulit, tapi pasti ada yang lebih sulit. Kita memang sedih, tapi barangkali ada yang lebih sedih. Terhadap mereka inilah Allah minta kita untuk memperhatikan jika ingin diperhatikan.

Matematika Dasar Sedekah
Apa yang kita lihat dari matematika di bawah ini?
10-1=19
Pertambahan ya? Bukan pengurangan?
Kenapa Matematikanya begitu?
Matematika Pengurangan darimana?
Koq, ketika dikurangi, hasilnya malah lebih besar?
Kenapa bukan 10-1=9?

Inilah kiranya matematika sedekah. Dimana ketika kita memberi dari apa yang kita punya, Allah justru akan mengembalikannya lebih banyak lagi. Matematika sedekah di atas, matematika sederhana yang diambil dari QS. 6:100, dimana Allah menjanjikan balasan 10x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik.

Bersedekah bukan hanya dalam bentuk uang, bisa berupa bantuan, sembako, dan entah apapun itu yang pasti bermanfaat bagi sesama.

Jadi ketika kita punya 10, lalu kita sedekahkan 1 diantara yang sepuluh itu, maka hasil akhirnya, bukan 9. Melainkan 19. Sebab yang satu yang kita keluarkan, dikembalikan Allah sepuluh kali lipat. Tinggal kita yang kita kemudian membuka mata, bahwa pengembalian Allah itu bentuknya apa? 
Bukalah mata hati, dan kembangkan ke Khusnudzdzanan, atau berprasangka baik kepada Allah. Bahwa Allah pasti membalas dengan balasan yang pas buat kita dan entah dalam bentuk apa yang Allah kehendaki. Karena janji ALLAH itu pasti.



Wednesday, 10 October 2012

TA'ARUF


Blog saya sebelumnya telah membahas tentang Pacaran, dan sekarang kita membahas tentang Ta'aruf yang masih ada kaitannya dengan Blog yang kemarin..... yuuuk Baca....!

^____^


Pertama:

Ta’aruf itu sebenarnya hanya untuk penjajagan sebelum menikah. Jadi kalau salah satu atau keduanya nggak merasa sreg bisa menyudahi ta’arufnya. Ini lebih baik daripada orang yang pacaran lalu putus. Biasanya orang yang pacaran hatinya sudah beraut sehingga kalau tidak cocok sulit putus dan terasa menyakitkan. Tapi ta’aruf, yang Insya Allah niatnya untuk menikahi Lillahi Ta’ala, kalu tidak cocok bertawakal saja, mungkin memang bukan jodoh. Tidak ada pihak yang dirugikan maupun merugikan.


Kedua:

Ta’arauf itu lebih fair. Masa penjajagan diisi dengan saling tukar informasi dengan saling tukar informasi mengenai diri masing-masing baik kebaikan maupun keburukan, bahkan kalau kita tidurnya sering ngorok, misalnya, sebaiknya diberitahukan kepada calon kita agar tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari. Bagitu pula dengan kekurangan-kekurangan lainnya, seperti mengidap penyakit tertentu, engga bisa masak, atau yang lainnya. Informasi bukan cuma dari si calon langsung, tapi juga dari orang-orang yang mengenalnya (sahabat, guru ngaji, keluarga , dan orang tua si calon). Jadi si calon enggak bisa ngaku-ngaku dirinya baik. Ini berbeda dengan orang yang pacaran yang biasanya semu dan kepura-puraan. Yang perempuan akan dandan habis-habisan dan malu-malu (sampai makan pun jadi sedikit gara-gara takut dibilang rakus). Yang laki-laki biarpun lagi bokek tetap berlagak kaya traktir ini itu (padahal dapet duit dari minjem temen, atau hasil ngerengek ke orang tua tuh).


ketiga:

Dengan ta’aruf kita bisa berusaha mengenal calon dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya (hehhe kaya proklamasi). Hal ini bisa terjadi karena kedua belah pihak telah siap menikah dan siap membuka diri, baik kelebihan maupun kekurangan. Ini kan termasuk penghematan waktu yang besar. Coba bandingkan dengan orang pacaran yang sudah lama pacarannya sering tetap mesra tapi belum bisa mengenal pasangannya. Bukankah sia-sia belaka?


Keempat:

Melalui ta’aruf kita boleh mengajukan kriteria calon yang kita inginkan. Kalau ada hal-hal yang cocok Alhamdulillah tapi kalu ada yang kurang sreg bisa dipertimbangkan dengan memakai hati dan pikiran yang sehat. Keputusan akhir puntetap berdasarkan dialog dengan Allah melalui sholat Istikharah. Berbeda dengan orang yang mabuk cinta dan pacaran. Kadang hal buruk pada pacarnya, misalnya suka memukul, suka mabuk, tapi tetap bisa menerima padahal hati kecilnya tidak menyukainya. Tapi karena cinta (atau sebenarnya nafsu) terpaksa menerimanya.


Kelima:

Kalau memang ada kecocokan, biasanya jangka waktu ta’aruf ke khitbah (lamaran) dan ke akad nikah tidak terlalu lama. Ini bisa menghindarkan kita dari berbagai macam zina, termasuk zina hati. Selain itu tidak ada perasaan “digantung” pada pihak perempuan. Karena semuanya sudah jelas tujuannya adalah untuk memenuhi sunnah Rasulullah yaitu menikah.


Keenam:

Dalam ta’aruf tetap dijaga adab berhubungan antara laki-laki dan perempuan. Biasanya ada pihak ketiga yang memperkenalkan. Jadi kemungkinan berkhawalat (berdua-duaan) kecil yang artinya kita terhindar dari zina.

Nah, ternyata ta’aruf banyak kelebihannya dibandingkan dengan pacaran dan Insya Allah diridhoi. Jadi, sahabat… kita mau mencari kebahagiaan dunia akhirat dan menggapai ridhoNya atau mencari kesulitan, mencoba-coba melanggar dan mendapat murkaNya?