selamat datang

layar


Tuesday, 9 October 2012

PACARAN



PACARAN


Zaman sekarang gampang banget ketemu sama orang yang lagi pacaran. Di jalan, Mall, Kampus, di mana-mana. Apalagi sekarang kan ada acara TV yang nyomblang-in orang sampai ke pengeksposan pernyataan cinta segala.
Sebetulnya apa sih pacaran? Biasanya kalau ada cowok dan cewek yang saling suka, salah satunya nyatain cinta dan yang lainnya menerima, itu berarti udah pacaran. Buat sebagian orang, pacaran itu isinya jalan berdua, makan, nonton, curhat-curhatan. Pokoknya “Just For Fun lah…”. Ada juga orang-orang yang tujuannya untuk lebih mengenal sebelum pernikahan.
Sebagai umat Islam kita perlu lho mengkritisi apakah praktek pacaran yang banyak dilakukan orang sesuai atau tidak dengan aturan-aturan dalam Islam.

Pertama:
Orang yang kalau lagi pacaran maunya berdua terus. Ah, yang bener? Iya apa iya?
Beberapa hari enggak ditelpon udah resah, seharian enggak di sms udah kangen. Begitu ketemu ketemu pengen memandang wajahnya terus, wah pokoknya dunia serasa milik berdua dan hati berbunga-bunga. (Pengalaman)
Apalagi kalau pake acara mojok berdua, di tempat sepi, mesra-mesraan. Waduh, hati-hati deh…. !!, soalnya Rasulullah SAW bersabda,
“Tiada bersepi-sepian seorang lelaki dan perempuan, melainkan syetan merupakan orang ketiga diantara mereka”


Kedua:
Kalau lagi pacaran seperti dimabuk cinta. Lupa yang lainnya. Dunia serasa milik berdua yang lainnya ngontrak! Nah lho…?. Hati-hati juga nih, nanti kita bisa lupa sama tjuan Allah menciptakan kita (manusisa). FirmanNya:
“Dan tidak Kucipatakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepadaKu” (Q.S 51:56)


Ketiga:
Bukan rahasia lagi kalau di jaman serba permisif ini seks udah jadi bumbu penyedap dalam pacaran. Majalah Kosmopolitan juga mengadakan riset di lima Universitas terbesar di Jakarta, dan ternyata dari yang aktivitas seksual, sebanyak 67,1% pertama kali melakukan dengan pacarnya. Memang banyak orang pacaran awalnya enggak menjurus ke sana (seks). Tapi gara-gara sering berdua, ada kesempatan, dan diem-diem syetan udah ngerubung tanpa kita sadari atau tidak, yah terjadilah. Pertama pegang tangan, terus rangkul pundak, terus cium pipi, terus…terus…wah bisa kebablasan deh. Jangan salah lho Agama kita melindungi kita dengan melarang melakukan perbuatan-perbuatan itu . FirmanNya :

“Dang janganlah kamu mendekati zina sesungguhnya Zina itu adalah suatu pekerjaan yang keji dan suatu jalan yang buruk (Q.S. 15:32)”

Ternyata Al-Qur’an udah melakukan tindakan preventif dengan melarang mendekatinya, bukan melarang melakukannya. Rasulullah SAW juga bersabda,
“Seandainya kamu ditusuk dengan jarum besi, maka itu lebih baik bagimu daripada menyentuh perempuan yang tidak halal bagimu”
 jadi, pegang-pegangan tangan juga mesti dihindari tuh ….



Keempat:
Ternyata pacaran bukanlah jaminan akan berlanjut ke jenjang Pernikahan. Banyak orang disekitar kita yang sudah bertahun-tahun pacaran ternyata kandas di tengah jalan yang gak jelas. Pacaran pun tidak menjadikan kita tahu segalanya tentang dia, banyak yang sikapnya berubah setelah menikah.
Kalaulah kita kini tahu praktek pacaran gak menjadi suatu jaminan bahkan banyak melanggar aturan Allah dan tidak mendapat ridho-Nya, masihkan kita yang mengaku hambaNya, yang menginnginkan surgaNya, yang takut akan siksa nerakaNya, masih melakukannya?
Tapi kalau bukan dengan pacaran gimana caranyaketemu jodoh? Jaman sekarang kan kita gak bisa gampang percaya sama orang, jadi perlu ada penjagaan. Islam punya solusi yang matap dan OK dalam memilih jodoh istilahnya Ngetop dengan nama Ta’aruf yang artinya Perkenalan.  

Friday, 14 September 2012

GALAU


ANDA GALAU??



GALAU Karena Apa?
Tidak Punya Kekasih?
Tidak punya pekerjaan?
Merasa tak adil?
Dihianati?
Hem… sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata bukan?

Sebenarnya :
Kata “GALAU” semakin hari semakin melambung tinggi dan menjadi tranding topics di dunia nyata bahkan di dunia maya, khususnya dikalangan remaja. Yang kini sering disebut sebagai Anak-anak labil…

Meneurut Kamus Besar Bahas Indonesia, GALAU Berarti :
“(Pikiran) kacau tidak karuan” dengan kata lain, GALAU adalah saat dimana pikiran mengalami kekacauan. Namun tidak disebutkan kekacauannya dalam bentuk apa?

Kegalauan merupakan hal yang normal ada dalam diri manusia. Namun, kegalauan akan dianggap abnormal hanya jika terjadi dalam situasi yang sebagian besar orang tidak dapat menanganinnya.

Tetapi ketika orang mengalami galau berkepanjangan dengan jangka waktu yang tidak dapat diperkirakan, maka hal tersebut sudah bisa dikatakan sebagai “KECEMASAN”.
KECEMASAN sebagai akibat dari Kegalauan yang akut, bisa berupa perasaan gelisah yang berlebihan.

Jadi, cara yang paling tepat untuk menghadapi Kegalauan adalah dengan terus mendekatkan diri kepada Tuhan mu ALLAH dan terus berfikir untuk maju kedepan, jika perlu buatlah seakan-akan engkau berbicara dengan Tuhan mu, ungkapkanlah atas kegalauanmu, atas perasaan yang tak adil menurutmu, dan lihatlah kebaikan-kebaikan yang melimpah yang sebenarnya tak kau sadari…

:)



Wednesday, 8 August 2012

CATATAN KECIL

catatan oleh FELIX SIAUW ini menurut saya sangat bagus dan semoga menjadi Inspirasi,terutama untuk pasangan yang lagi kasmaran!.. hehehe....

  1. saat aku meminangmu engkau tanyakan "mengapa engkau memilihku?" | waktu itu kujawab "aku tak ketahui, mengapa aku memilihmu"
  2.  aku ketahui sedikit hal tentangmu, namun yang kuketahui sudah cukup | bahkan ketahui ketaatanmu pada Allah, itu jauh dari cukup
  3.  engkau sampaikan hidup kita berbeda, masa lalu kita berbeda | tiada masalah bagiku, engkau hidup dimasa kini, kupilih untuk masa depan
  4.  kau jawab lagi bahwa rumahmu setengahnya masih dari tanah | kubilang aku tak peduli karena cinta karena Allah tak pandang ranah
  5.  pengorbananmu dalam dakwah telah jamin ketaatanmu pada suamimu kelak | kajianmu akan Al-Qur'an menjamin nasihatmu pada suamimu nanti
  6.  karena aku mencari bukan hanya istri | namun ibu dari anak-anak
  7.  tak perlu aku memegang tanganmu untuk ketahui kadar cintamu | tilawah Al-Qur'an dendangkan jawabanmu
  8.  tak penting berdua-duaan berteman syaitan saat khalwat untuk ketahui setiamu | tahajjudmu engkau jadikan jawabanmu
  9.  khawatirku kau jawab dengan istiqamah dalam menutup aurat | ketakutanku kau sirnakan dengan selaksa taat
  10.  kita kalahkan syaitan dengan nikah | kita undang malaikat pencatat amal mulia setelah akad
  11. saat setiap gurau adalah sedekah, dan setiap cumbu-rayu adalah ibadah | mencandaimu berbuah surga, merindumu berarti pahala
  12.  setelah menikah, baru aku tau apa beda cinta dan nafsu | karena cinta adalah menikah, selainnya nafsu
  13.  engkau ajarkan lagi cinta dengan bertaruh nyawa untuk lahirkan si buah hati | sekarang terang bagiku cinta dan nafsu
  14. bersamamu adalah pelajaran sepanjang masa | yang mungkin berakhir bila salah satu dari kita berpulang kepada-Nya
  15. sekarang aku tahu alasan aku memilihmu | "sebenarnya engkau tak menyisakan pilihan bagi hatiku kecuali memilihmu!"

By : FELIX SIAUW

Wednesday, 18 July 2012

CITA-CITAKU

Waktu aku kecil, cita-citaku adalah Dokter... 
Yah, karena pada waktu itu tidak mengerti dan hanya ngikut-ngikut teman. He.he...
Beranjak dewasa, aku bercita-cita ingin menjadi "GURU" 
Kalo yang ini timbul dari keinginan sendiri, karena guru itu seperti pahlawan.
Memberi pengetahuan kepada yang belum mengetahui.
Memberi sinar kepada kegelapan, dan masih buanyak lagi...
Sedang pengetahuan yang dimiliki takan habis walau terus dibagi
seperti Obor memberikan cahya yang terang
Gak tau kenapa?? Hati ini mirisss, ketika aku melihat anak-anak kecil yg jauh dari pengetahuan...
Namun, Siapa aku ini??
Aku bukan Dokter, bukan pula Guru...!
Pengetahuanku sedikit, kemampuanku terbatas, tapi selalu ku coba untuk membaginya walau tak seberapa..
Ternyata, berteman dengan anak-anak kecil 
memberiku peluang untuk menyalurkan cita-citaku ini... 
Dan tak harus bersekolah tinggi. 

Ya Allah, Ya Tuhanku,
Aku ini bodoh, namun aku berusaha menjadi pintar.

Aku ini miskin, namun berusaha menjadi kaya. 

Aku ini lemah, namun berusaha menjadi kuat. 


"Semoga suatu saat, aku diberi kesempatan untuk menjadi guru teladan bagi anak-anakku kelak"